jelajahhijau.com Kesadaran akan pentingnya menjaga lingkungan hidup terus tumbuh di berbagai daerah. Di Kabupaten Bima, semangat tersebut tercermin dalam aksi penghijauan yang melibatkan banyak pihak, mulai dari aparat kewilayahan hingga komunitas dan masyarakat desa. Kegiatan ini berlangsung di kawasan Bukit Doro, Dusun Katani, Desa Samili, sebagai bentuk kepedulian bersama terhadap kelestarian alam.
Aksi penghijauan dipimpin oleh Babinsa wilayah Samili, Serda Muhamad Said, yang mengajak seluruh elemen masyarakat untuk berperan aktif menjaga lingkungan. Kehadiran Babinsa tidak hanya sebagai penggerak keamanan wilayah, tetapi juga sebagai motor penggerak kesadaran ekologis di tingkat desa.
Kolaborasi Lintas Elemen Masyarakat
Kegiatan penghijauan ini melibatkan berbagai unsur pemerintahan desa dan komunitas lokal. Kepala Desa Samili, para kepala dusun, ketua RT, serta Bhabinkamtibmas setempat turut hadir dan ikut serta secara langsung dalam penanaman pohon. Kehadiran aparat desa memperkuat pesan bahwa pelestarian lingkungan adalah tanggung jawab bersama, bukan hanya tugas satu pihak.
Partisipasi masyarakat juga terlihat dari keterlibatan berbagai organisasi dan komunitas. Organisasi perempuan, kelompok pemuda, pelajar, hingga relawan lingkungan bergabung dalam satu barisan. Di antaranya Persatuan Wanita SERUNI, SAR MAPALA SMA Negeri 2 Woha, Pramuka SMP Negeri 2 Woha, Persatuan Wanita Kabupaten Bima La Rimpui, serta Karang Taruna Desa Samili.
Keikutsertaan generasi muda dalam aksi ini memberikan harapan besar bagi keberlanjutan gerakan penghijauan. Melalui keterlibatan langsung, mereka tidak hanya belajar menanam pohon, tetapi juga memahami makna merawat alam sebagai bagian dari tanggung jawab sosial.
Peran Babinsa dalam Penguatan Kesadaran Lingkungan
Serda Muhamad Said menegaskan bahwa penghijauan memiliki peran strategis dalam menjaga keseimbangan lingkungan. Menurutnya, kawasan perbukitan seperti Bukit Doro rentan terhadap erosi dan longsor jika tidak dijaga dengan baik. Penanaman pohon menjadi langkah preventif yang penting untuk menjaga struktur tanah dan ketersediaan air.
Ia juga mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk tidak berhenti pada kegiatan penanaman semata. Perawatan pohon secara berkelanjutan menjadi kunci agar penghijauan memberikan manfaat jangka panjang. Ajakan ini disambut positif oleh warga, yang menyadari bahwa keberhasilan program lingkungan bergantung pada konsistensi bersama.
Peran Babinsa dalam kegiatan ini menunjukkan bahwa aparat kewilayahan dapat menjadi jembatan antara pemerintah, masyarakat, dan organisasi sosial dalam mendorong program pembangunan berwawasan lingkungan.
Dukungan Organisasi dan Lembaga Sosial
Aksi penghijauan ini turut mendapat dukungan dari WAHID Foundation. Keterlibatan lembaga ini menambah nilai kolaboratif kegiatan, memperlihatkan sinergi antara aparat negara, masyarakat sipil, dan komunitas lokal.
Dukungan tersebut tidak hanya bersifat simbolis, tetapi juga memperkuat pesan bahwa isu lingkungan adalah persoalan bersama yang membutuhkan kerja lintas sektor. Kolaborasi ini diharapkan dapat menjadi contoh bagi daerah lain dalam membangun gerakan lingkungan yang inklusif dan berkelanjutan.
Lingkungan sebagai Ruang Hidup Bersama
Bukit Doro dan wilayah sekitarnya merupakan bagian penting dari ruang hidup masyarakat Desa Samili. Keberadaan vegetasi yang terjaga berpengaruh langsung terhadap kualitas hidup warga, mulai dari ketersediaan air, kesuburan tanah, hingga kenyamanan lingkungan.
Melalui aksi penghijauan, masyarakat diajak kembali melihat alam sebagai mitra hidup yang harus dirawat. Kesadaran ini menjadi fondasi penting dalam menghadapi tantangan perubahan iklim dan degradasi lingkungan yang semakin terasa.
Penghijauan juga membuka ruang interaksi sosial yang positif. Warga dari berbagai latar belakang berkumpul, bekerja sama, dan berbagi tujuan yang sama. Kebersamaan ini memperkuat ikatan sosial sekaligus menumbuhkan rasa memiliki terhadap lingkungan sekitar.
Menuju Gerakan Penghijauan Berkelanjutan
Koordinasi yang solid antara Babinsa, Bhabinkamtibmas, pemerintahan desa, dan masyarakat menjadi kunci keberhasilan kegiatan ini. Sinergi tersebut membuktikan bahwa program lingkungan dapat berjalan efektif ketika dirancang dan dijalankan secara bersama-sama.
Harapannya, aksi penghijauan di Desa Samili tidak berhenti sebagai kegiatan sesaat, tetapi berkembang menjadi gerakan berkelanjutan. Dengan perawatan yang konsisten, pohon-pohon yang ditanam hari ini akan menjadi penyangga kehidupan bagi generasi mendatang.
Penutup
Aksi penghijauan bersama Babinsa di Kabupaten Bima menunjukkan bahwa kepedulian terhadap lingkungan dapat tumbuh dari desa melalui kolaborasi lintas elemen. Keterlibatan aparat, komunitas, organisasi sosial, dan masyarakat menjadi bukti bahwa menjaga alam adalah tanggung jawab bersama.
Melalui langkah sederhana seperti menanam dan merawat pohon, masyarakat tidak hanya melindungi lingkungan, tetapi juga menanam harapan akan masa depan yang lebih hijau, aman, dan berkelanjutan.

Cek Juga Artikel Dari Platform beritabumi.web.id
