Skip to content
JELAJAH HIJAU
Menu
  • Home
Menu

Pembongkaran Tiang Monorel Tepat Ruang Kota Harus Dipulihkan

Posted on January 14, 2026January 14, 2026 by admin

Pembongkaran tiang proyek monorel yang mangkrak di sepanjang Jalan HR Rasuna Said, Jakarta Selatan, dinilai sebagai langkah tepat dan strategis untuk memulihkan tata kota sekaligus mengembalikan hak publik atas ruang bersama. Selama hampir dua dekade, keberadaan tiang-tiang beton tersebut menjadi simbol kegagalan perencanaan infrastruktur dan tata kelola pembangunan perkotaan. Alih-alih memberikan manfaat transportasi publik, struktur mangkrak itu justru menimbulkan berbagai kerugian bagi masyarakat sebagai pengguna ruang kota.

Forum Konsumen Berdaya Indonesia (FKBI) menilai keputusan pembongkaran ini sudah seharusnya dilakukan sejak lama. Ketua FKBI, Tulus Abadi, menyebut bahwa selama bertahun-tahun tiang monorel tidak memiliki fungsi apa pun selain merusak estetika kota, menghambat mobilitas warga, dan melanggar hak publik atas ruang yang aman dan nyaman. Pembongkaran bukan hanya soal menghilangkan struktur fisik, melainkan juga menjadi titik balik penting dalam menata ulang wajah Jakarta.

Proyek Mangkrak dan Dampaknya bagi Kehidupan Perkotaan

Proyek monorel Jakarta pada awalnya dirancang sebagai solusi modern untuk mengatasi kemacetan. Namun, perencanaan yang tidak matang, persoalan pembiayaan, dan lemahnya koordinasi antarinstansi membuat proyek ini berhenti di tengah jalan. Yang tersisa hanyalah ratusan tiang beton yang berdiri kaku di tengah koridor utama kota.

Dampaknya terasa nyata dalam kehidupan sehari-hari warga. Pejalan kaki harus berbagi ruang sempit dengan tiang beton yang berdiri di atas trotoar. Pengendara sepeda motor kesulitan bermanuver, sementara kendaraan roda empat harus menyesuaikan lajur yang menyempit. Kondisi ini bukan hanya mengurangi kenyamanan, tetapi juga meningkatkan risiko kecelakaan lalu lintas.

Selain itu, area di bawah tiang monorel kerap menjadi ruang yang terabaikan. Minim pencahayaan dan perawatan membuatnya rawan disalahgunakan serta menimbulkan rasa tidak aman, terutama pada malam hari. Dalam jangka panjang, keberadaan struktur mangkrak ini menurunkan kualitas ruang publik dan citra kawasan bisnis strategis seperti Rasuna Said.

Pembongkaran sebagai Upaya Mengembalikan Hak Publik

FKBI menegaskan bahwa pembongkaran tiang monorel merupakan bagian dari upaya mengembalikan hak publik yang selama ini terampas. Ruang kota pada dasarnya adalah milik bersama, bukan sekadar jalur kendaraan atau lokasi proyek yang tak kunjung selesai. Ketika sebuah proyek gagal, pemerintah memiliki kewajiban moral dan sosial untuk memulihkan kondisi ruang tersebut demi kepentingan masyarakat luas.

Menurut Tulus Abadi, pembongkaran ini juga menjadi sinyal bahwa pemerintah mulai lebih peka terhadap kepentingan warga sebagai konsumen kota. Warga berhak atas ruang yang aman, nyaman, dan manusiawi. Oleh karena itu, langkah ini patut diapresiasi, meskipun datang terlambat.

Namun demikian, FKBI mengingatkan bahwa pembongkaran hanyalah langkah awal. Tantangan berikutnya adalah bagaimana pemerintah memanfaatkan ruang bekas monorel tersebut secara bijak dan berorientasi pada kepentingan publik jangka panjang.

Jangan Ulangi Kesalahan: Bukan untuk Pelebaran Jalan

Salah satu kekhawatiran utama FKBI adalah kemungkinan ruang bekas monorel justru dialihfungsikan untuk pelebaran jalan kendaraan bermotor. Menurut FKBI, langkah tersebut akan menjadi kesalahan baru yang mengulang paradigma lama pembangunan kota yang terlalu berorientasi pada kendaraan pribadi.

Pelebaran jalan sering kali dianggap solusi cepat untuk kemacetan, padahal dalam banyak kasus justru memicu peningkatan volume kendaraan. Akibatnya, kemacetan kembali terjadi dengan skala yang lebih besar. Oleh karena itu, FKBI menolak keras jika ruang bekas monorel digunakan untuk kepentingan tersebut.

Sebaliknya, ruang tersebut harus dikembalikan sepenuhnya untuk kepentingan publik yang lebih luas, terutama pejalan kaki dan pengguna transportasi umum. Pendekatan ini sejalan dengan konsep pembangunan kota berkelanjutan yang kini menjadi rujukan banyak kota besar dunia.

Rasuna Said sebagai Koridor Ramah Pejalan Kaki

FKBI mendorong agar koridor Rasuna Said ditata ulang menjadi kawasan yang ramah pejalan kaki. Pelebaran trotoar menjadi prioritas utama. Trotoar yang lebar dan nyaman akan memberikan ruang aman bagi pekerja kantoran, pengguna transportasi umum, hingga warga sekitar yang setiap hari beraktivitas di kawasan tersebut.

Selain pelebaran trotoar, FKBI juga mengusulkan penambahan fasilitas pendukung seperti kursi-kursi untuk duduk, jalur sepeda, serta akses yang ramah bagi penyandang disabilitas. Dengan demikian, Rasuna Said tidak hanya menjadi jalur lalu lintas, tetapi juga ruang publik yang inklusif dan berorientasi pada manusia.

Penataan ini diharapkan mampu mendorong perubahan perilaku mobilitas warga. Ketika berjalan kaki menjadi lebih nyaman dan aman, masyarakat akan lebih terdorong meninggalkan kendaraan pribadi untuk jarak pendek, sehingga tekanan lalu lintas dapat berkurang secara alami.

Mengembalikan Ruang Hijau yang Hilang

Proyek monorel dan pembangunan infrastruktur sebelumnya telah mengorbankan banyak ruang hijau di sepanjang Rasuna Said. Penebangan pohon demi proyek yang akhirnya mangkrak menjadi ironi tersendiri. Oleh karena itu, FKBI menilai pembongkaran monorel harus diiringi dengan upaya serius mengembalikan ruang hijau yang hilang.

Penanaman kembali pohon dan tanaman peneduh sangat penting untuk meningkatkan kualitas lingkungan perkotaan. Ruang hijau tidak hanya berfungsi sebagai elemen estetika, tetapi juga berperan dalam menurunkan suhu, memperbaiki kualitas udara, dan meningkatkan kenyamanan warga.

Lebih dari itu, ruang hijau juga memiliki nilai sosial. Kehadiran taman kecil atau jalur hijau di sepanjang koridor bisnis dapat menjadi ruang jeda bagi warga untuk beristirahat, berinteraksi, dan merasakan kota sebagai ruang hidup, bukan sekadar tempat bekerja dan berlalu lintas.

Pelajaran dari Monorel Mangkrak

Mangkraknya proyek monorel Jakarta harus menjadi pelajaran penting bagi perencanaan pembangunan ke depan. Infrastruktur berskala besar membutuhkan kajian yang matang, transparan, dan melibatkan berbagai pemangku kepentingan. Tanpa perencanaan yang komprehensif, proyek ambisius justru berpotensi menjadi beban kota dalam jangka panjang.

FKBI menekankan bahwa setiap proyek yang menggunakan ruang publik dan dana besar harus dipertanggungjawabkan tidak hanya secara administratif, tetapi juga secara sosial. Warga sebagai pengguna dan pembayar pajak berhak mendapatkan manfaat nyata dari setiap pembangunan.

Kegagalan monorel juga menunjukkan pentingnya integrasi antara perencanaan transportasi, tata ruang, dan kebijakan lingkungan. Ketiganya tidak bisa berjalan sendiri-sendiri jika ingin menciptakan kota yang berkelanjutan.

Menuju Jakarta yang Lebih Manusiawi

Pembongkaran tiang monorel di Rasuna Said menjadi momentum penting bagi Jakarta untuk berbenah. Kota ini dihadapkan pada pilihan besar: melanjutkan paradigma lama yang berorientasi kendaraan, atau beralih ke pendekatan yang lebih manusiawi dan berkelanjutan.

FKBI berharap pemerintah memanfaatkan kesempatan ini untuk menunjukkan komitmen nyata dalam memulihkan hak publik atas ruang kota. Dengan penataan yang tepat, ruang bekas monorel dapat berubah dari simbol kegagalan menjadi contoh keberhasilan transformasi ruang publik.

Pada akhirnya, kota yang baik bukan diukur dari seberapa banyak infrastrukturnya, melainkan dari seberapa nyaman dan adil kota tersebut bagi warganya. Pembongkaran monorel adalah langkah awal menuju Jakarta yang lebih ramah, hijau, dan berpihak pada manusia.

Baca Juga : Sinergi Sumbawa dan Bank NTB Syariah Perkuat Penghijauan

Cek Juga Artikel Dari Platform : pestanada

Recent Posts

  • Bhabinkamtibmas Rawa Jitu Cek Tanaman Warga
  • 14 Taman dan Hutan Kota Tulungagung Butuh Pembenahan
  • 30 Tempat Wisata Seru Sekitar Jakarta untuk Libur Panjang
  • Green Tourism Dorong Wisatawan dan Ekonomi Daerah
  • Wamendikdasmen Dorong Generasi Kalteng Sadar Ekologis

PARTNER

suarairama pestanada beritabandar rumahjurnal podiumnews dailyinfo wikiberita zonamusiktop musicpromote bengkelpintar liburanyuk jelajahhijau carimobilindonesia jalanjalan-indonesia otomotifmotorindo ngobrol olahraga mabar dapurkuliner radarbandung radarjawa medianews infowarkop kalbarnewsr ketapangnewsr beritabumir kabarsantai outfit faktagosip beritagram lagupopuler seputardigital updatecepat marihidupsehat baliutama hotviralnews cctvjalanan beritajalan beritapembangunan pontianaknews monitorberita koronovirus museros iklanjualbeli festajunina capoeiravadiacao georgegordonfirstnation 1reservoir revisednews petanimal footballinfo london-bridges sultaniyya phdibanten beritabmkg beritakejagung beritasatu gilabola

Membedah Kompleksitas Arsitektur Permainan Digital dalam Menciptakan Pola Probabilitas Konsisten Strategi Membaca Sinkronisasi Frekuensi Mahjong Wins Melalui Analisis Statistik Permainan Modern Peran Algoritma terhadap Stabilitas Volatilitas pada Ekosistem Game Daring Terkini di Indonesia Mekanisme Tersembunyi Pada Infrastruktur Real-Time dalam Menentukan Probabilitas Visual Pemain Pola Dan Kalkulasi Rtp Terbaru Kasino Daring Jadi Perbincangan Dunia Digital Analisis Komparatif Perilaku Pengguna dalam Menghadapi Fluktuasi Sinkronisasi Frekuensi Sistem Digital Modern Dampak Signifikan Evaluasi Volatilitas terhadap Perubahan Kebiasaan Pemain Game Daring Saat Ini Fenomena Masa Depan Ekosistem Gaming Ketika Analisa Data Mulai Mengendalikan Keputusan Strategis Bermain Kajian Mendalam Mengenai Evaluasi Volatilitas Modern Sebagai Indikator Utama Transisi Momentum Permainan Memahami Dinamika Aktivitas Pemain Melalui Pendekatan Probabilitas Transisi Strategi Permainan Adaptif Analisis Pengambilan Keputusan Rasional dalam Permaian Digital Menjadi Indikator Sistem Optimal Evolusi Mekanisme Permainan Melalui Optimalisasi Struktur Baru Dunia Game Digital Modern Pendekatan Dinamis Pola Aktivitas Pengguna dalam Menjaga Keseimbangan Algoritma RTP Permainan Penerapan Konsep Analitik Gaming Adaptif Sebagai Standar Performa Sistem Kasino Modern Sinkronisasi Frekuensi Mahjong Ways dan Pengaruhnya terhadap Momentum Ekspansif Ekosistem Daring Modern Bagaimana Sistem Monitoring Berbasis Kecerdasan Buatan Mulai Mengubah Arsitektur Permainan Digital Masa Kini Pengaruh Transformasi Infrastruktur Virtual terhadap Dinamika Probabilitas dan Metrik Komparasi Alur Baccarat Analisis Struktur Algoritma Mahjong Ways 2 serta Dampak Signifikannya pada Standar Regulasi RTP di Indonesia Implementasi Pengamatan Statistik dalam Memahami Pola Transisi Infrastruktur Game Digital Secara Komprehensif Rahasia Integrasi Frekuensi Digital yang Berhasil Membentuk Ulang Dinamika Keputusan Pemain Interaktif Cara Cerdas Memanfaatkan Metrik Komparasi Alur Baccarat untuk Membaca Tren Keputusan Banker dan Player Kajian Infrastruktur Digital Real-Time Sangat Dibutuhkan untuk Menjaga Stabilitas Pola Bermain Metode Pendekatan Statistik Menganalisis Perubahan Pola Mesin Slot Pragmatic Play Secara Detail Panduan Lengkap Membaca Sinyal Transisi Probabilitas Visual dalam Ekosistem Game Digital Kontemporer Pentingnya Memahami Arsitektur Mekanisme Game Daring Virtual untuk Mendapatkan Momentum Kemenangan Secara Akurat Fakta Baru Studi Analitik tentang Pergeseran Preferensi Pengguna Game Online di Indonesia Mengapa Banyak Pemain Tidak Menyadari Perubahan Kecil pada Arsitektur Virtual Ekosistem Kasino Daring Riset Analitik Terbaru Mengungkap Cara Pola RTP Mempengaruhi Psikologi Pengguna Secara Signifikan Risiko Keamanan Digital yang Mempengaruhi Pola Aktivitas Pada Evolusi Permainan Modern Studi Perilaku Pemain Terkini Membuktikan Adanya Korelasi Antara Sistem Interaktif dan Pengambilan Keputusan

©2026 JELAJAH HIJAU | Design: Newspaperly WordPress Theme