jelajahhijau.com Upaya menciptakan lingkungan pendidikan yang sehat dan berkelanjutan terus dilakukan oleh Dinas Pendidikan Dayah Kota Banda Aceh. Salah satu langkah konkret yang kini digagas adalah Program Gerakan Penghijauan di Lingkungan Dayah, sebuah inisiatif untuk meningkatkan kualitas udara sekaligus menumbuhkan kesadaran lingkungan di lembaga pendidikan berbasis keagamaan.
Program ini dirancang sebagai bentuk kepedulian terhadap kondisi lingkungan perkotaan yang semakin padat. Keberadaan ruang hijau di lingkungan dayah dinilai penting, tidak hanya untuk estetika, tetapi juga untuk mendukung kenyamanan belajar para santri dan tenaga pendidik.
Sebagai langkah awal, Disdik Dayah menerima sebanyak 80 bibit pohon yang akan dibagikan ke sejumlah dayah di wilayah Kota Banda Aceh. Bibit tersebut diperoleh melalui kolaborasi lintas instansi dengan Dinas Pertanian dan Perkebunan Aceh.
Kolaborasi Lintas Instansi untuk Lingkungan Sehat
Program penghijauan ini lahir dari sinergi antarinstansi yang memiliki kepedulian terhadap lingkungan. Disdik Dayah memandang bahwa upaya pelestarian lingkungan tidak dapat berjalan sendiri tanpa dukungan pihak lain.
Kolaborasi dengan Distanbun Aceh menjadi langkah strategis. Melalui kerja sama ini, bibit pohon yang dibagikan dipastikan sesuai dengan kondisi iklim dan lingkungan setempat. Dengan begitu, tingkat keberhasilan penanaman dan pertumbuhan pohon diharapkan lebih optimal.
Pendekatan kolaboratif ini juga mencerminkan semangat gotong royong dalam membangun kota yang lebih hijau. Dayah sebagai bagian dari komunitas pendidikan diharapkan dapat menjadi contoh dalam penerapan nilai kepedulian lingkungan.
Silaturahmi sebagai Awal Program Penghijauan
Gagasan Program Gerakan Penghijauan ini diawali dengan kunjungan silaturahmi Disdik Dayah ke instansi terkait. Kunjungan tersebut dipimpin oleh Sekretaris Disdik Dayah bersama jajaran bidang yang membidangi sumber daya manusia dan manajemen.
Rombongan Disdik Dayah disambut langsung oleh Plt Koordinator Bibit dan Tanaman, Raudhah. Dalam pertemuan tersebut, kedua belah pihak membahas rencana teknis penyaluran bibit serta mekanisme pendampingan penanaman di lingkungan dayah.
Silaturahmi ini tidak hanya membahas distribusi bibit, tetapi juga membangun kesepahaman tentang pentingnya perawatan tanaman setelah ditanam. Tanpa perawatan yang baik, program penghijauan dikhawatirkan tidak memberikan dampak jangka panjang.
Komitmen Disdik Dayah untuk Lingkungan Dayah
Sekretaris Disdik Dayah, Rahmat Kadafi, menegaskan bahwa program ini merupakan bagian dari komitmen institusinya dalam menciptakan lingkungan dayah yang sehat dan nyaman.
Menurutnya, dayah tidak hanya berfungsi sebagai tempat pendidikan agama, tetapi juga sebagai ruang pembentukan karakter. Kepedulian terhadap lingkungan merupakan nilai penting yang perlu ditanamkan sejak dini kepada para santri.
Melalui penghijauan, diharapkan santri dapat belajar secara langsung tentang pentingnya menjaga alam. Aktivitas menanam dan merawat pohon dapat menjadi sarana edukasi yang bersifat praktis dan berkelanjutan.
Manfaat Penghijauan bagi Lingkungan Dayah
Penghijauan lingkungan dayah membawa banyak manfaat. Pohon yang ditanam dapat membantu meningkatkan kualitas udara dengan menyerap polutan dan menghasilkan oksigen. Selain itu, keberadaan tanaman hijau juga membantu menurunkan suhu lingkungan.
Lingkungan yang hijau dan asri diyakini mampu meningkatkan konsentrasi belajar. Santri dan pengajar dapat merasakan suasana yang lebih sejuk dan nyaman, sehingga proses pembelajaran berjalan lebih optimal.
Di sisi lain, penghijauan juga berperan dalam pengendalian air dan pencegahan erosi. Hal ini menjadi penting terutama bagi dayah yang berada di kawasan dengan curah hujan tinggi.
Dayah sebagai Agen Edukasi Lingkungan
Program ini diharapkan menjadikan dayah sebagai agen edukasi lingkungan di tengah masyarakat. Dengan melibatkan santri dalam kegiatan penghijauan, nilai-nilai kepedulian lingkungan dapat menyebar lebih luas.
Santri yang terbiasa menjaga lingkungan di dayah diharapkan membawa kebiasaan tersebut ke kehidupan sehari-hari. Dampaknya tidak hanya dirasakan di lingkungan pendidikan, tetapi juga di masyarakat sekitar.
Disdik Dayah memandang bahwa pendidikan lingkungan tidak harus selalu bersifat teoritis. Praktik langsung seperti penghijauan dinilai lebih efektif dalam membentuk kesadaran dan tanggung jawab.
Rencana Keberlanjutan Program
Pembagian 80 bibit pohon menjadi tahap awal dari program penghijauan ini. Ke depan, Disdik Dayah membuka peluang untuk memperluas kerja sama dengan berbagai pihak agar jumlah bibit dan cakupan dayah yang terlibat dapat ditingkatkan.
Selain itu, monitoring dan evaluasi akan menjadi bagian penting dari program. Disdik Dayah berencana mendorong setiap dayah penerima bibit untuk melakukan perawatan rutin dan melaporkan perkembangan tanaman.
Dengan langkah tersebut, penghijauan tidak berhenti pada kegiatan simbolis, tetapi benar-benar memberikan dampak nyata bagi lingkungan.
Penutup
Program Gerakan Penghijauan Lingkungan Dayah yang digagas Disdik Dayah Kota Banda Aceh menjadi langkah positif dalam membangun pendidikan yang ramah lingkungan. Melalui kolaborasi lintas instansi, program ini menunjukkan bahwa upaya menjaga alam dapat berjalan seiring dengan penguatan pendidikan.
Pembagian bibit pohon bukan sekadar kegiatan penanaman, tetapi juga investasi jangka panjang bagi kualitas lingkungan dan pembentukan karakter santri. Dengan dukungan semua pihak, dayah di Banda Aceh diharapkan tumbuh menjadi lingkungan pendidikan yang hijau, sehat, dan berkelanjutan.

Cek Juga Artikel Dari Platform liburanyuk.org
