jelajahhijau.com Wilayah pesisir Demak selama beberapa tahun terakhir menghadapi tekanan lingkungan yang semakin berat. Banjir rob, abrasi, serta perubahan iklim menjadi tantangan nyata yang berdampak langsung terhadap kehidupan masyarakat nelayan. Kondisi tersebut tidak hanya memengaruhi aktivitas melaut, tetapi juga berdampak pada ketahanan pangan rumah tangga nelayan.
Di tengah situasi tersebut, berbagai inisiatif berbasis komunitas mulai dikembangkan sebagai upaya bertahan dan beradaptasi. Salah satu langkah yang kini mendapat perhatian adalah program penghijauan pesisir yang digerakkan oleh Komunitas Perempuan Nelayan Puspita Bahari Kabupaten Demak. Program ini menjadi bentuk nyata keterlibatan masyarakat dalam memperkuat ketahanan pangan sekaligus menjaga keberlanjutan lingkungan pesisir.
Kolaborasi Komunitas dan Akademisi
Kegiatan penghijauan ini dilaksanakan melalui kerja sama antara komunitas perempuan nelayan dengan Generate Project dari University of Leeds. Kolaborasi tersebut menunjukkan pentingnya sinergi antara masyarakat lokal dan lembaga akademik dalam menjawab persoalan lingkungan yang kompleks.
Pendekatan yang digunakan tidak bersifat top-down, melainkan menempatkan masyarakat sebagai pelaku utama. Dengan demikian, setiap proses perencanaan hingga pelaksanaan kegiatan dilakukan secara partisipatif agar sesuai dengan kondisi nyata di lapangan.
Menyasar Desa Pesisir Rentan
Program ini menyasar tiga desa pesisir yang selama ini terdampak cukup serius oleh banjir rob dan degradasi lingkungan, yaitu Desa Morodemak, Desa Purworejo, dan Desa Timbulsloko. Ketiga wilayah tersebut dikenal sebagai kawasan yang menghadapi tantangan berlapis, mulai dari genangan air laut, penurunan kualitas tanah, hingga keterbatasan ruang hijau.
Melalui kegiatan yang berlangsung selama beberapa hari, masyarakat diajak untuk kembali membangun ruang hidup yang lebih adaptif. Penghijauan menjadi langkah awal untuk menciptakan sistem pangan skala rumah tangga yang lebih tangguh di tengah perubahan iklim yang tidak menentu.
Peran Perempuan Nelayan yang Semakin Strategis
Dalam konteks ketahanan pangan, perempuan nelayan memiliki peran yang sangat penting. Mereka tidak hanya mengelola kebutuhan pangan keluarga, tetapi juga menjadi penggerak aktivitas ekonomi rumah tangga. Namun, dampak krisis iklim membuat peran tersebut semakin berat.
Melalui program ini, perempuan nelayan didorong untuk memperkuat kapasitas diri secara kolektif. Penguatan kepemimpinan, kerja sama kelompok, serta pengelolaan sumber pangan menjadi fokus utama agar perempuan nelayan mampu beradaptasi secara mandiri dan berkelanjutan.
Persiapan Berbasis Kebutuhan Lokal
Sebelum kegiatan penghijauan dilakukan, komunitas perempuan nelayan di masing-masing desa telah melakukan persiapan selama beberapa waktu. Tahap ini mencakup perencanaan kebun pangan, pemetaan lahan yang aman dari genangan, hingga penentuan jenis tanaman yang sesuai dengan kondisi pesisir.
Kebun pangan dirancang agar tetap produktif meski menghadapi banjir rob. Pendekatan adaptif ini penting agar tanaman dapat tumbuh optimal dan tidak mudah rusak akibat perubahan kondisi air laut yang kerap terjadi.
Ragam Tanaman untuk Ketahanan Pangan
Dalam kegiatan penghijauan, berbagai jenis tanaman pangan ditanam secara kolektif. Mulai dari sayur-sayuran harian, tanaman obat keluarga, hingga tanaman buah yang dapat dimanfaatkan dalam jangka menengah.
Pemilihan tanaman dilakukan berdasarkan kebutuhan rumah tangga nelayan serta kemampuannya bertahan di lingkungan pesisir. Dengan demikian, kebun pangan tidak hanya menjadi simbol penghijauan, tetapi juga sumber pangan alternatif yang nyata bagi keluarga nelayan.
Media Tanam Ramah Lingkungan
Salah satu keunikan dari program ini adalah pemanfaatan media tanam yang ramah lingkungan. Selain menggunakan pot dan polybag, masyarakat juga memanfaatkan limbah rumah tangga seperti botol plastik dan kaleng bekas.
Langkah ini tidak hanya menghemat biaya, tetapi juga mendorong kesadaran pengelolaan sampah berbasis komunitas. Limbah yang sebelumnya tidak terpakai kini memiliki nilai guna baru sebagai bagian dari sistem pangan pesisir.
Edukasi Lingkungan yang Berkelanjutan
Penghijauan pesisir tidak berhenti pada kegiatan menanam semata. Program ini juga menjadi sarana edukasi lingkungan bagi masyarakat. Peserta diajak memahami hubungan antara kerusakan ekosistem pesisir, perubahan iklim, dan ketersediaan pangan.
Dengan pemahaman tersebut, masyarakat diharapkan mampu menjaga kebun pangan secara berkelanjutan. Kesadaran kolektif ini menjadi modal penting dalam menghadapi tantangan lingkungan jangka panjang.
Dampak Sosial dan Ekonomi
Selain aspek lingkungan, program penghijauan juga memberikan dampak sosial yang signifikan. Kegiatan bersama memperkuat solidaritas antarperempuan nelayan dan membuka ruang diskusi mengenai persoalan ekonomi rumah tangga.
Dalam jangka panjang, kebun pangan berpotensi mengurangi ketergantungan terhadap pasokan pangan dari luar wilayah. Hal ini membantu menekan pengeluaran keluarga sekaligus meningkatkan ketahanan ekonomi di tingkat lokal.
Membangun Resiliensi Pesisir
Upaya penghijauan pesisir menjadi salah satu strategi membangun resiliensi masyarakat menghadapi krisis iklim. Dengan sistem pangan yang lebih mandiri, masyarakat nelayan memiliki daya tahan yang lebih kuat terhadap gangguan lingkungan maupun ekonomi.
Pendekatan berbasis komunitas seperti ini dinilai lebih efektif karena berangkat dari kebutuhan nyata masyarakat. Ketika warga terlibat langsung, keberlanjutan program memiliki peluang lebih besar untuk terus berjalan.
Harapan untuk Masa Depan Pesisir Demak
Program penghijauan pesisir di Demak menjadi contoh bagaimana solusi lokal dapat menjawab persoalan global. Di tengah ancaman perubahan iklim, inisiatif sederhana seperti kebun pangan memiliki dampak yang besar jika dikelola secara kolektif.
Ke depan, model ini diharapkan dapat direplikasi di wilayah pesisir lain yang menghadapi tantangan serupa. Dengan kolaborasi, kesadaran lingkungan, dan peran aktif perempuan nelayan, ketahanan pangan pesisir dapat dibangun secara berkelanjutan dan inklusif.

Cek Juga Artikel Dari Platform revisednews.com
