jelajahhijau.com Upaya menjaga kelestarian lingkungan terus menjadi perhatian berbagai pihak, termasuk lembaga pendidikan berbasis keagamaan. Lingkungan yang sehat tidak hanya mendukung kenyamanan belajar, tetapi juga membentuk karakter generasi muda agar memiliki kepedulian terhadap alam sejak dini. Kesadaran inilah yang mendorong terlaksananya Gerakan Penghijauan di lingkungan dayah di Kota Banda Aceh.
Gerakan ini menjadi langkah nyata dalam menanamkan nilai cinta lingkungan melalui tindakan langsung, bukan sekadar teori. Penanaman pohon dipilih sebagai simbol kepedulian terhadap keberlangsungan alam dan masa depan generasi penerus.
Dayah Sebagai Pusat Pendidikan Nilai Kehidupan
Dayah memiliki peran strategis dalam membentuk karakter santri. Selain menjadi pusat pendidikan keislaman, dayah juga berfungsi sebagai ruang pembelajaran nilai-nilai kehidupan, termasuk tanggung jawab sosial dan kepedulian terhadap lingkungan sekitar.
Melalui kegiatan penghijauan, santri diajak memahami bahwa menjaga alam adalah bagian dari kehidupan beragama. Lingkungan yang terawat mencerminkan kesadaran spiritual yang kuat serta kepedulian terhadap sesama makhluk ciptaan Tuhan.
Penanaman Pohon Dilaksanakan di Dua Dayah
Gerakan penghijauan ini dimulai di dua dayah yang berada di Kecamatan Jaya Baru, yaitu Dayah Mabdaul’ Ulum Al Aziziyah di Gampong Bitai serta Dayah Mishrul Huda Malikussaleh di Gampong Lamjamee. Kegiatan ini menjadi simbol dimulainya kolaborasi lintas sektor dalam memperkuat budaya ramah lingkungan di lingkungan pendidikan dayah.
Penanaman pohon dilakukan secara simbolis sebagai bentuk komitmen bersama untuk menciptakan lingkungan belajar yang lebih hijau, sejuk, dan sehat bagi para santri.
Kehadiran Pemerintah dan Unsur Masyarakat
Kegiatan tersebut dihadiri oleh berbagai unsur pemerintah kota, pemerintah provinsi, pimpinan dayah, tokoh masyarakat, hingga perangkat gampong. Kehadiran lintas elemen ini menunjukkan bahwa gerakan penghijauan bukan hanya tanggung jawab satu pihak, melainkan komitmen bersama.
Sinergi antara pemerintah, lembaga pendidikan, dan masyarakat menjadi kunci utama agar program lingkungan dapat berjalan berkelanjutan dan memberikan dampak jangka panjang.
Apresiasi atas Kolaborasi Antar Lembaga
Wakil Wali Kota Banda Aceh, Afdhal Khalilullah, menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Aceh, khususnya Dinas Pertanian dan Perkebunan Aceh, atas dukungan nyata dalam menyukseskan gerakan penghijauan di lingkungan dayah.
Menurutnya, kolaborasi ini menjadi contoh baik bagaimana pembangunan daerah dapat dilakukan melalui kerja sama lintas sektor. Tidak hanya fokus pada pembangunan fisik, tetapi juga menyentuh aspek pendidikan dan kelestarian lingkungan.
Lebih dari Sekadar Penanaman Bibit
Dalam penyampaiannya, Afdhal menegaskan bahwa kegiatan penghijauan ini bukan hanya tentang menanam bibit tanaman. Lebih dari itu, gerakan ini merupakan bagian dari upaya membangun kesadaran kolektif akan pentingnya menjaga alam.
Penanaman pohon menjadi simbol sinergi dalam membangun Aceh yang berkelanjutan. Lingkungan yang hijau diyakini mampu menciptakan suasana belajar yang lebih nyaman sekaligus meningkatkan kualitas hidup masyarakat sekitar.
Nilai Keislaman dalam Menjaga Alam
Afdhal juga menekankan bahwa ajaran Islam sangat menjunjung tinggi kelestarian lingkungan. Menjaga alam merupakan bagian dari ketaatan kepada Allah SWT, karena manusia diberi amanah sebagai khalifah di bumi.
Setiap usaha menanam dan merawat tanaman memiliki nilai ibadah. Bahkan, dalam pandangan keagamaan, menanam pohon dapat menjadi bentuk sedekah yang pahalanya terus mengalir selama tanaman tersebut memberi manfaat bagi makhluk hidup.
Menumbuhkan Kesadaran Ekologis Santri
Melalui gerakan ini, diharapkan tumbuh kesadaran ekologis di kalangan santri. Mereka tidak hanya belajar ilmu agama, tetapi juga memahami pentingnya keseimbangan antara manusia dan alam.
Lingkungan dayah yang hijau dan asri akan menjadi ruang pembelajaran hidup bagi santri. Dari sana, terbentuk karakter peduli lingkungan, disiplin, serta rasa tanggung jawab sosial yang kuat.
Mewujudkan Lingkungan Dayah yang Sehat
Penghijauan memiliki dampak langsung terhadap kualitas lingkungan. Pepohonan membantu menjaga kesejukan udara, mengurangi debu, serta menciptakan suasana yang lebih nyaman untuk aktivitas belajar mengajar.
Lingkungan yang sehat akan berpengaruh pada kenyamanan santri dan tenaga pendidik. Dengan kondisi tersebut, proses pendidikan dapat berjalan lebih optimal.
Komitmen Pemerintah Kota Banda Aceh
Pemerintah Kota Banda Aceh menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat kerja sama lintas sektor dalam mendukung gerakan lingkungan. Kolaborasi dengan pemerintah provinsi, lembaga pendidikan, serta masyarakat akan terus diperluas agar program penghijauan berjalan konsisten.
Langkah ini sejalan dengan visi mewujudkan Banda Aceh sebagai kota yang religius, berkelanjutan, dan ramah lingkungan.
Penghijauan sebagai Investasi Masa Depan
Gerakan penghijauan bukan hanya berdampak hari ini, tetapi juga menjadi investasi jangka panjang bagi generasi mendatang. Pohon yang ditanam hari ini akan memberikan manfaat ekologis, sosial, dan spiritual di masa depan.
Melalui keterlibatan santri dan masyarakat, kesadaran menjaga alam diharapkan terus tumbuh dan diwariskan dari generasi ke generasi.
Membangun Aceh yang Hijau dan Berkelanjutan
Kegiatan penanaman pohon di lingkungan dayah menjadi langkah awal dalam membangun Aceh yang lebih hijau. Dengan sinergi yang kuat, penghijauan tidak hanya menjadi program seremonial, tetapi gerakan berkelanjutan yang membentuk budaya cinta lingkungan.
Melalui langkah sederhana namun bermakna ini, pendidikan dan kelestarian alam berjalan beriringan demi masa depan Aceh yang lebih baik.

Cek Juga Artikel Dari Platform kalbarnews.web.id
