jelajahhijau.com Upaya menjaga kelestarian lingkungan sekaligus mengurangi risiko bencana terus menjadi perhatian berbagai pihak di Kabupaten Bondowoso. Wilayah yang memiliki kontur pegunungan dan lereng rawan longsor membutuhkan langkah nyata yang berkelanjutan agar keselamatan masyarakat dapat terjaga.
Dalam konteks inilah Barisan Ansor Serbaguna atau Banser Bondowoso kembali menunjukkan perannya sebagai garda relawan sosial dan kebencanaan. Keterlibatan Banser dalam kegiatan penghijauan menjadi bukti nyata bahwa mitigasi bencana tidak hanya dilakukan saat bencana terjadi, tetapi juga jauh sebelum risiko itu muncul.
Penghijauan Lereng Gunung sebagai Langkah Strategis
Kegiatan penanaman ribuan pohon di lereng gunung Desa Gunungsari, Kecamatan Maesan, menjadi salah satu langkah strategis dalam mengurangi potensi bencana alam. Penanaman vegetasi dinilai efektif untuk menjaga kestabilan tanah, meningkatkan daya serap air, serta menekan risiko longsor di kawasan rawan.
Penghijauan juga berfungsi memperbaiki ekosistem lingkungan yang dalam jangka panjang memberikan manfaat bagi masyarakat sekitar. Oleh karena itu, kegiatan ini tidak hanya berdampak ekologis, tetapi juga sosial dan ekonomi.
Sinergi Banser dan BPBD Bondowoso
Kegiatan penghijauan tersebut dilaksanakan melalui kolaborasi antara Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bondowoso dan unsur relawan, termasuk Banser. Sinergi ini mencerminkan pentingnya kerja sama lintas sektor dalam menghadapi persoalan kebencanaan.
Banser dilibatkan sebagai bagian dari relawan yang aktif mendukung program mitigasi. Keterlibatan ini menunjukkan adanya kepercayaan yang terbangun antara pemerintah daerah dan organisasi kemasyarakatan dalam menjaga keselamatan wilayah.
Banser Konsisten Terlibat dalam Isu Kebencanaan
Kasatkorcab Banser Bondowoso, H. Syaiful Bahri Husnan, menegaskan bahwa sejak awal Banser selalu dilibatkan dalam pembahasan maupun langkah-langkah strategis terkait kebencanaan di Bondowoso.
Menurutnya, Banser tidak hanya hadir saat terjadi bencana, tetapi juga aktif dalam proses perencanaan mitigasi. Keterlibatan sejak tahap awal dinilai penting agar penanganan risiko dapat dilakukan secara lebih terstruktur.
Peran Aktif Relawan di Lapangan
Secara kelembagaan, Banser Bondowoso secara rutin mengikuti aktivitas yang digagas BPBD, terutama ketika terjadi bencana alam di berbagai wilayah. Para anggota Banser terlibat langsung membantu evakuasi, distribusi bantuan, hingga pemulihan pascabencana.
Pengalaman di lapangan inilah yang memperkuat komitmen Banser dalam mendukung langkah pencegahan. Bagi Banser, mitigasi merupakan investasi jangka panjang untuk keselamatan masyarakat.
Penanaman Ribuan Pohon sebagai Upaya Jangka Panjang
Dalam kegiatan penghijauan di Desa Gunungsari, sebanyak ribuan bibit pohon ditanam sebagai bentuk mitigasi jangka panjang. Penanaman ini difokuskan pada area lereng gunung yang memiliki potensi longsor.
Menurut Banser, langkah tersebut sangat penting karena mampu mengurangi dampak bencana secara alami. Akar pohon membantu mengikat tanah, sementara vegetasi menjaga keseimbangan air dan struktur lereng.
Apresiasi terhadap Kolaborasi Relawan
Atas keterlibatan tersebut, Banser Bondowoso menyampaikan apresiasi kepada BPBD yang secara konsisten menggandeng relawan dalam setiap program kebencanaan.
Kolaborasi ini dinilai menciptakan rasa kepemilikan bersama terhadap upaya mitigasi bencana. Dengan melibatkan banyak elemen, program yang dijalankan menjadi lebih kuat dan berkelanjutan.
Pentingnya Kerja Sama Lintas Sektor
Banser menilai bahwa persoalan kebencanaan tidak dapat ditangani oleh satu lembaga saja. Dibutuhkan sinergi antara pemerintah, relawan, masyarakat, dan berbagai pemangku kepentingan lainnya.
Kerja sama lintas sektor memungkinkan pertukaran informasi, peningkatan kesiapsiagaan, serta respons yang lebih cepat ketika terjadi potensi bencana.
Meningkatkan Kesiapsiagaan Masyarakat
Melalui kegiatan penghijauan, masyarakat juga diajak memahami pentingnya peran lingkungan dalam mencegah bencana. Edukasi ini menjadi bagian dari proses membangun budaya sadar bencana.
Ketika masyarakat terlibat langsung dalam penanaman dan perawatan pohon, muncul rasa tanggung jawab bersama untuk menjaga lingkungan sekitar.
Banser Siap Terus Berkontribusi
Banser Bondowoso menegaskan kesiapan untuk terus berkontribusi sesuai kapasitas yang dimiliki. Baik dalam kegiatan mitigasi, penghijauan, maupun penanganan bencana, relawan Banser siap berada di garis depan.
Komitmen ini sejalan dengan semangat pengabdian Banser dalam menjaga kemanusiaan, lingkungan, dan keselamatan masyarakat.
Penghijauan sebagai Bentuk Investasi Sosial
Penanaman pohon bukan sekadar kegiatan simbolis, melainkan investasi sosial dan ekologis jangka panjang. Manfaatnya tidak hanya dirasakan saat ini, tetapi juga oleh generasi mendatang.
Dengan lingkungan yang lebih terjaga, risiko bencana dapat ditekan, kualitas hidup meningkat, dan keberlanjutan alam tetap terpelihara.
Menuju Bondowoso yang Lebih Tangguh Bencana
Keterlibatan Banser dalam penghijauan lereng gunung menjadi langkah penting menuju Bondowoso yang lebih tangguh terhadap bencana.
Melalui sinergi yang terus diperkuat, diharapkan upaya mitigasi dapat berjalan berkesinambungan dan memberikan perlindungan maksimal bagi masyarakat.
Penghijauan, kolaborasi, dan kepedulian bersama menjadi fondasi utama dalam membangun Bondowoso yang aman, lestari, dan berkelanjutan.

Cek Juga Artikel Dari Platform
