jelajahhijau.com Upaya mewujudkan kota yang ramah lingkungan terus digencarkan Pemerintah Kota Pekanbaru. Salah satu langkah nyata yang kini menjadi perhatian adalah penguatan program penghijauan di lingkungan sekolah. Wakil Wali Kota Pekanbaru, Markarius Anwar, mendorong seluruh sekolah, khususnya jenjang SD dan SMP, untuk aktif menanam pohon sebagai bagian dari pembangunan lingkungan yang sehat, asri, dan berkelanjutan.
Penghijauan di sekolah dinilai memiliki manfaat ganda. Selain mendukung program Green City atau Kota Hijau yang tengah digalakkan pemerintah daerah, keberadaan pepohonan juga memberikan kenyamanan bagi peserta didik dalam menjalani aktivitas belajar. Lingkungan yang teduh dipercaya mampu meningkatkan konsentrasi, mengurangi stres, serta menciptakan suasana sekolah yang lebih ramah bagi anak-anak.
Sekolah sebagai Ruang Edukasi Lingkungan
Markarius Anwar menekankan bahwa sekolah memiliki peran strategis dalam membangun kesadaran lingkungan sejak dini. Melalui kegiatan menanam dan merawat pohon, siswa tidak hanya belajar teori di dalam kelas, tetapi juga memahami langsung pentingnya menjaga alam.
Kegiatan penghijauan menjadi sarana pendidikan karakter yang efektif. Anak-anak dilatih untuk bertanggung jawab, sabar, dan peduli terhadap lingkungan sekitar. Nilai-nilai tersebut diharapkan tertanam kuat hingga mereka dewasa dan menjadi bagian dari masyarakat yang sadar lingkungan.
Tantangan Sekolah Baru yang Minim Ruang Hijau
Dalam peninjauan di lapangan, Wakil Wali Kota menemukan masih adanya sekolah, terutama yang baru beroperasi, dengan kondisi lingkungan yang gersang. Minimnya pepohonan membuat area sekolah terasa panas dan kurang nyaman bagi aktivitas belajar mengajar.
Kondisi ini menjadi perhatian serius pemerintah daerah. Sekolah yang seharusnya menjadi ruang tumbuh kembang anak justru kurang mendukung dari sisi kenyamanan lingkungan. Oleh karena itu, penanaman pohon dipandang sebagai langkah mendesak yang harus segera dilakukan secara bertahap.
Penghijauan tidak hanya difokuskan pada halaman sekolah, tetapi juga di sepanjang pagar, area parkir, serta ruang terbuka yang masih memungkinkan untuk ditanami pohon.
Pohon Buah Jadi Pilihan Utama
Dalam mendorong gerakan penghijauan, Markarius Anwar secara khusus menyarankan agar sekolah mengutamakan penanaman pohon buah. Menurutnya, pohon buah memiliki nilai manfaat yang lebih luas dibandingkan tanaman hias semata.
Pohon buah memberikan kontribusi terhadap ketahanan pangan skala kecil. Hasilnya memang tidak ditujukan untuk produksi besar, namun cukup memberi edukasi nyata kepada siswa tentang sumber pangan alami. Anak-anak dapat belajar proses pertumbuhan buah, perawatan tanaman, hingga menikmati hasilnya bersama.
Selain itu, keberadaan pohon buah juga memberikan kebahagiaan tersendiri bagi siswa. Aktivitas memetik buah di lingkungan sekolah dinilai mampu menciptakan kedekatan emosional antara anak dan alam.
Mendukung Program Kota Hijau
Gerakan menanam pohon di sekolah menjadi bagian penting dari visi Kota Pekanbaru menuju Green City. Kota hijau bukan hanya tentang ruang terbuka publik, tetapi juga tentang keterlibatan seluruh elemen masyarakat, termasuk dunia pendidikan.
Dengan ribuan sekolah yang tersebar di berbagai kecamatan, kontribusi sektor pendidikan sangat signifikan dalam menambah tutupan hijau kota. Jika setiap sekolah menanam dan merawat pohon secara konsisten, dampaknya akan terasa nyata terhadap kualitas udara dan suhu lingkungan.
Langkah ini juga sejalan dengan upaya pemerintah dalam menekan dampak perubahan iklim, mengurangi polusi, serta meningkatkan kualitas hidup masyarakat perkotaan.
Lingkungan Nyaman, Prestasi Meningkat
Lingkungan sekolah yang hijau dan teduh diyakini mampu meningkatkan kualitas pembelajaran. Udara yang lebih sejuk membantu siswa lebih fokus, sementara suasana alami memberikan efek psikologis yang positif.
Berbagai penelitian menunjukkan bahwa sekolah dengan lingkungan hijau cenderung memiliki tingkat kenyamanan yang lebih baik, sehingga berdampak pada semangat belajar siswa. Hal inilah yang menjadi salah satu alasan utama pemerintah mendorong penghijauan secara masif.
Guru dan tenaga pendidik pun merasakan manfaatnya. Aktivitas mengajar menjadi lebih nyaman, dan interaksi di sekolah berlangsung dalam suasana yang lebih kondusif.
Kolaborasi Sekolah dan Pemerintah
Pemerintah Kota Pekanbaru mendorong pihak sekolah untuk berkolaborasi dengan berbagai pihak dalam menyukseskan program penghijauan. Kerja sama dapat dilakukan dengan komite sekolah, orang tua murid, hingga komunitas lingkungan.
Selain itu, dukungan dari perangkat daerah terkait juga diharapkan dapat membantu penyediaan bibit, pendampingan teknis, serta edukasi perawatan tanaman. Dengan kolaborasi yang baik, penghijauan tidak hanya menjadi kegiatan seremonial, tetapi berjalan berkelanjutan.
Sekolah juga didorong untuk menjadikan kegiatan menanam pohon sebagai bagian dari program rutin, misalnya melalui ekstrakurikuler lingkungan atau proyek pembelajaran berbasis praktik.
Menanam Harapan untuk Masa Depan
Gerakan menanam pohon buah di sekolah bukan sekadar menambah ruang hijau. Lebih dari itu, langkah ini merupakan investasi jangka panjang bagi generasi masa depan. Anak-anak yang tumbuh dengan kesadaran lingkungan akan lebih siap menghadapi tantangan global di bidang ekologi dan keberlanjutan.
Melalui kebijakan ini, Pemerintah Kota Pekanbaru berharap tercipta budaya peduli lingkungan yang dimulai dari bangku sekolah. Dari halaman sekolah yang hijau, diharapkan lahir generasi yang mencintai alam dan menjaga keseimbangan kehidupan.
Penghijauan bukan hanya tentang menanam pohon, tetapi tentang menanam nilai, kepedulian, dan harapan bagi kota yang lebih sehat dan berkelanjutan.

Cek Juga Artikel Dari Platform baliutama.web.id
