Pemerintah Kabupaten Tulungagung terus berupaya menjaga kualitas ruang terbuka hijau sebagai bagian penting dari lingkungan perkotaan. Namun, upaya tersebut dinilai belum sepenuhnya tuntas. Dinas Lingkungan Hidup setempat mencatat masih ada 14 taman dan hutan kota yang membutuhkan pembenahan lebih lanjut, terutama pada aspek penghijauan dan penerangan.
Meski pemeliharaan rutin telah dilakukan, sejumlah titik masih memerlukan perhatian khusus. Kondisi ini menjadi pekerjaan rumah penting karena taman dan hutan kota bukan hanya elemen estetika, tetapi juga ruang publik yang berperan besar dalam kenyamanan masyarakat.
Penghijauan Jadi Fokus Utama
Salah satu prioritas utama DLH Tulungagung adalah memperkuat penghijauan di berbagai kawasan tersebut. Penambahan vegetasi dinilai penting untuk meningkatkan kualitas udara, memperkuat fungsi ekologis, sekaligus menciptakan suasana yang lebih sejuk dan nyaman.
Penghijauan juga menjadi langkah strategis untuk menjaga identitas ruang terbuka hijau sebagai area konservasi dan rekreasi. Dengan penataan tanaman yang lebih baik, taman kota dapat menjadi ruang sosial yang lebih menarik bagi warga.
Penerangan Dinilai Belum Maksimal
Selain penghijauan, persoalan penerangan menjadi sorotan utama. Beberapa taman dan hutan kota masih dianggap kurang optimal dari sisi pencahayaan, terutama saat malam hari. Kondisi ini dapat memengaruhi rasa aman dan kenyamanan pengunjung.
Penerangan yang memadai tidak hanya berfungsi secara teknis, tetapi juga mendukung aktivitas masyarakat pada malam hari. Dengan pencahayaan yang baik, ruang publik bisa lebih hidup, aman, dan berdaya guna.
Taman Ikonik hingga Kawasan Konservasi Jadi Prioritas
Menurut DLH, objek pemeliharaan mencakup taman-taman ikonik hingga kawasan hijau berbasis konservasi. Artinya, pembenahan tidak hanya difokuskan pada lokasi populer, tetapi juga area yang memiliki fungsi lingkungan penting.
Pendekatan ini menunjukkan bahwa pengelolaan ruang hijau di Tulungagung tidak sekadar soal penampilan visual. Pemerintah juga mempertimbangkan fungsi ekologis jangka panjang sebagai bagian dari pembangunan berkelanjutan.
Estetika dan Kenyamanan Warga Jadi Tujuan
Pembenahan taman dan hutan kota memiliki dampak langsung terhadap kualitas hidup masyarakat. Ruang hijau yang tertata baik dapat menjadi tempat rekreasi, olahraga, hingga interaksi sosial yang sehat.
Karena itu, peningkatan estetika harus berjalan seiring dengan kenyamanan dan keamanan. Taman yang indah tetapi minim fasilitas tidak akan optimal sebagai ruang publik.
Langkah Berkelanjutan untuk Kota Lebih Hijau
Upaya DLH Tulungagung menunjukkan bahwa pembangunan kota hijau membutuhkan proses berkelanjutan. Pemeliharaan rutin saja belum cukup jika masih ada aspek mendasar seperti penghijauan dan penerangan yang tertinggal.
Dengan fokus pada 14 taman dan hutan kota ini, pemerintah berharap kualitas ruang terbuka hijau di Tulungagung terus meningkat. Jika pembenahan berjalan konsisten, kawasan-kawasan tersebut dapat menjadi simbol kota yang lebih nyaman, sehat, dan ramah lingkungan bagi seluruh masyarakat.

Baca Juga 30 Tempat Wisata Seru Sekitar Jakarta untuk Libur Panjang
Cek Juga Artikel Dari Platform carimobilindonesia.com
