Memasuki musim hujan tahun 2025/2026, Desa Henes mengambil langkah nyata dalam menjaga kelestarian lingkungan. Pemerintah desa bersama masyarakat setempat melaksanakan aksi penghijauan dengan menanam sebanyak mungkin anakan pohon di sejumlah lahan kritis yang tersebar di wilayah desa. Upaya ini dilakukan sebagai bentuk antisipasi terhadap ancaman longsor dan banjir yang kerap muncul saat curah hujan tinggi, sekaligus untuk memulihkan kondisi lingkungan agar lebih hijau dan asri di masa depan.
Kegiatan penghijauan ini menjadi bukti bahwa kesiapsiagaan menghadapi musim hujan tidak hanya dilakukan melalui penanganan darurat ketika bencana terjadi, tetapi juga melalui langkah pencegahan yang berkelanjutan. Penanaman pohon dinilai sebagai salah satu solusi paling efektif dan murah dalam menjaga stabilitas tanah serta meningkatkan daya serap air di wilayah rawan bencana.
Program Rutin Menghadapi Musim Hujan
Kepala Desa Henes, Maximus S. Mali, menjelaskan bahwa aksi penghijauan sudah menjadi program tetap yang dilakukan setiap kali memasuki musim hujan. Menurutnya, kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian pemerintah desa terhadap kondisi lingkungan sekaligus upaya jangka panjang untuk melindungi masyarakat dari dampak bencana alam.
“Menghijaukan lahan kritis ini merupakan aksi nyata untuk menyongsong musim hujan, bagaimana kita menahan longsor dan banjir, serta menata kawasan agar semakin hijau dan asri ke depannya,” ujar Maximus Mali kepada rri.co.id.
Ia menambahkan, wilayah Desa Henes memiliki sejumlah titik lahan kritis yang rawan tergerus air hujan. Jika dibiarkan tanpa upaya pemulihan, kondisi tersebut berpotensi menimbulkan kerusakan lingkungan yang lebih parah, seperti erosi tanah, pendangkalan aliran air, hingga berkurangnya kesuburan lahan pertanian.
Melibatkan Aparat dan Masyarakat
Aksi penghijauan ini tidak hanya melibatkan aparat pemerintah desa, tetapi juga mengajak masyarakat untuk turut ambil bagian. Keterlibatan kolektif dianggap penting agar kesadaran menjaga lingkungan tumbuh secara merata di seluruh lapisan warga.
Menurut Maximus, partisipasi masyarakat menjadi kunci keberhasilan program ini. Penanaman pohon tidak akan berdampak maksimal jika hanya dilakukan oleh aparat desa tanpa dukungan warga. Dengan keterlibatan langsung, masyarakat diharapkan merasa memiliki dan bertanggung jawab terhadap tanaman yang telah ditanam.
“Dengan aksi ini kami berharap masyarakat punya kepedulian dan perhatian yang sama terhadap lingkungan, khususnya lahan kritis yang ada di wilayah masing-masing,” ujarnya.
Kegiatan penghijauan juga dilakukan bertepatan dengan agenda pembagian insentif bagi masyarakat dan aparat desa. Momentum tersebut dimanfaatkan untuk memperkuat semangat gotong royong serta menegaskan bahwa pembangunan lingkungan dan kesejahteraan masyarakat berjalan seiring.
Manfaat Penghijauan bagi Wilayah Desa
Secara ekologis, penanaman pohon di lahan kritis memiliki banyak manfaat. Akar pohon berfungsi mengikat tanah sehingga dapat mengurangi risiko longsor, terutama di wilayah dengan kontur berbukit. Selain itu, pohon juga meningkatkan kemampuan tanah dalam menyerap air hujan, sehingga potensi banjir dapat ditekan.
Dalam jangka panjang, kawasan yang hijau akan membantu menjaga keseimbangan ekosistem desa. Udara menjadi lebih sejuk, sumber air lebih terjaga, dan keanekaragaman hayati dapat kembali berkembang. Kondisi ini pada akhirnya mendukung sektor pertanian yang menjadi tumpuan utama kehidupan masyarakat Desa Henes.
Penghijauan juga memiliki nilai sosial yang penting. Lingkungan yang tertata dan hijau dapat meningkatkan kualitas hidup masyarakat, mengurangi risiko penyakit, serta menciptakan rasa nyaman dan aman dalam beraktivitas sehari-hari.
Dukungan Program Sosial dan Pertanian
Usai kegiatan penanaman pohon, Pemerintah Desa Henes juga membagikan bibit jagung kepada masyarakat. Langkah ini menunjukkan bahwa penghijauan lingkungan berjalan beriringan dengan penguatan sektor pertanian sebagai sumber penghidupan utama warga desa.
Selain bibit jagung, pemerintah desa turut memberikan susu kepada masyarakat sebagai bentuk perhatian terhadap kesehatan, serta menyalurkan insentif bagi aparat desa. Pendekatan ini mencerminkan upaya pemerintah desa dalam membangun masyarakat secara holistik, tidak hanya dari sisi lingkungan, tetapi juga ekonomi dan kesehatan.
Dengan dukungan tersebut, masyarakat diharapkan semakin termotivasi untuk menjaga tanaman yang telah ditanam, sekaligus mengelola lahan pertanian secara lebih berkelanjutan.
Menjawab Tantangan Lingkungan di NTT
Wilayah Nusa Tenggara Timur dikenal memiliki tantangan lingkungan yang cukup kompleks, mulai dari lahan kering, erosi tanah, hingga kerentanan terhadap bencana hidrometeorologi. Aksi penghijauan yang dilakukan Desa Henes menjadi contoh konkret bagaimana desa dapat berperan aktif dalam menjawab tantangan tersebut melalui langkah sederhana namun berdampak besar.
Upaya ini sejalan dengan semangat pembangunan berkelanjutan yang mendorong desa-desa untuk lebih mandiri dalam menjaga lingkungannya. Ketika desa mampu mengelola sumber daya alam secara bijak, ketahanan wilayah terhadap perubahan iklim dan bencana alam pun akan semakin kuat.
Harapan ke Depan
Pemerintah Desa Henes berharap aksi penghijauan ini tidak berhenti sebagai kegiatan simbolis tahunan, melainkan menjadi gerakan berkelanjutan yang tumbuh dari kesadaran masyarakat. Dengan perawatan yang konsisten, tanaman yang ditanam diharapkan dapat tumbuh besar dan memberikan manfaat nyata bagi generasi mendatang.
Kepala desa juga berharap langkah ini dapat menginspirasi desa-desa lain di wilayah Belu untuk melakukan hal serupa. Menurutnya, upaya menjaga lingkungan akan lebih kuat jika dilakukan secara bersama-sama lintas wilayah.
Melalui aksi penghijauan ini, Desa Henes menunjukkan bahwa kesiapan menghadapi musim hujan tidak hanya bergantung pada infrastruktur fisik, tetapi juga pada kesadaran ekologis masyarakat. Ketika lingkungan terjaga, risiko bencana dapat ditekan, dan kualitas hidup warga pun meningkat.
Baca Juga : Ikahut Untan Tegaskan Penghijauan Lewat Penyulaman Pohon
Jangan Lewatkan Info Penting Dari : suarairama

