jelajahhijau.com Upaya menciptakan lingkungan kampus yang lebih hijau dan berkelanjutan terus dilakukan oleh berbagai institusi pendidikan. Salah satunya terlihat dari inisiatif Jurusan Perencanaan Wilayah dan Kota (PWK) UIN Alauddin yang berkolaborasi dengan Ikatan Ahli Perencanaan (IAP) dalam kegiatan penghijauan. Kegiatan ini menjadi bentuk nyata kepedulian terhadap lingkungan sekaligus langkah strategis dalam membangun kesadaran ekologis di kalangan civitas akademika.
Penghijauan ini bukan sekadar aktivitas simbolis, melainkan bagian dari gerakan yang lebih luas dalam mendukung konsep kampus ramah lingkungan. Dengan semakin meningkatnya isu perubahan iklim dan degradasi lingkungan, langkah seperti ini menjadi relevan dan penting untuk terus digalakkan.
Penanaman Pohon sebagai Simbol Kepedulian
Dalam kegiatan tersebut, ratusan pohon ditanam secara serentak di area kampus, tepatnya di sekitar lapangan dekat gerbang utama Kampus II UIN Alauddin di Samata, Gowa. Proses penanaman dilakukan secara bersama-sama oleh mahasiswa, dosen, serta pihak terkait, menciptakan suasana kolaboratif yang penuh semangat.
Setelah penanaman, pohon-pohon tersebut langsung disiram menggunakan mobil tangki air untuk memastikan tanaman dapat beradaptasi dengan baik di lingkungan barunya. Langkah ini menunjukkan bahwa kegiatan penghijauan tidak berhenti pada penanaman saja, tetapi juga memperhatikan proses perawatan awal agar tanaman dapat tumbuh optimal.
Bagian dari Program Kampus Berkelanjutan
Kegiatan ini juga menjadi bagian dari implementasi program pengembangan kampus hijau yang tengah dijalankan oleh pihak universitas. Program tersebut bertujuan untuk menciptakan lingkungan yang tidak hanya nyaman secara visual, tetapi juga memiliki nilai ekologis yang tinggi.
Pihak jurusan PWK menegaskan bahwa penghijauan ini merupakan langkah lanjutan dari upaya menjadikan kampus sebagai ruang edukatif yang selaras dengan prinsip keberlanjutan. Lingkungan kampus diharapkan dapat menjadi contoh nyata bagaimana ruang terbuka hijau dapat diintegrasikan dalam kawasan pendidikan.
Selain itu, adanya dukungan berupa penyediaan pupuk organik menjadi nilai tambah dalam kegiatan ini. Penggunaan bahan organik tidak hanya ramah lingkungan, tetapi juga dapat dimanfaatkan sebagai media pembelajaran bagi mahasiswa dalam memahami praktik pengelolaan lingkungan secara langsung.
Kolaborasi dengan Berbagai Pihak
Keberhasilan kegiatan penghijauan ini tidak lepas dari kolaborasi antara berbagai pihak, termasuk organisasi profesi seperti IAP. Keterlibatan IAP menunjukkan bahwa dunia akademik dan profesional dapat berjalan beriringan dalam menciptakan dampak positif bagi lingkungan.
Selain itu, adanya dukungan dari pihak kampus, termasuk bidang kemahasiswaan, memperkuat pelaksanaan kegiatan ini. Area yang telah ditanami pohon bahkan direncanakan menjadi lahan binaan, yang artinya akan terus dipantau dan dirawat secara berkala.
Pemantauan rutin menjadi hal penting dalam memastikan keberhasilan penghijauan. Tanaman yang sudah ditanam membutuhkan perhatian berkelanjutan agar dapat tumbuh dengan baik dan memberikan manfaat jangka panjang bagi lingkungan kampus.
Edukasi Lingkungan bagi Generasi Muda
Kegiatan ini juga memiliki nilai edukatif yang tinggi, terutama bagi mahasiswa. Dengan terlibat langsung dalam proses penghijauan, mahasiswa dapat memahami pentingnya menjaga lingkungan serta peran mereka dalam menciptakan perubahan positif.
Lebih dari sekadar aktivitas fisik, penghijauan ini menjadi sarana pembelajaran yang kontekstual. Mahasiswa tidak hanya mempelajari teori di kelas, tetapi juga mempraktikkannya secara langsung di lapangan. Hal ini sejalan dengan konsep pembelajaran modern yang menekankan pada pengalaman nyata.
Selain itu, kegiatan ini diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi institusi lain untuk melakukan hal serupa. Dengan semakin banyaknya gerakan penghijauan, dampak positif terhadap lingkungan akan semakin terasa secara luas.
Langkah Awal Gerakan yang Lebih Besar
Aksi penanaman pohon ini menjadi langkah awal dari gerakan yang lebih besar dalam upaya pelestarian lingkungan, khususnya di wilayah Sulawesi Selatan. Dimulai dari lingkungan kampus, diharapkan gerakan ini dapat meluas ke berbagai sektor lainnya.
Kesadaran akan pentingnya ruang hijau harus terus dibangun secara kolektif. Kampus sebagai pusat pendidikan memiliki peran strategis dalam menanamkan nilai-nilai tersebut kepada generasi muda.
Dengan adanya kegiatan seperti ini, harapan akan terciptanya lingkungan yang lebih hijau, sehat, dan berkelanjutan menjadi semakin nyata. Penghijauan bukan hanya tentang menanam pohon, tetapi juga tentang menanam kesadaran untuk menjaga bumi demi masa depan yang lebih baik.

Cek Juga Artikel Dari Platform marihidupsehat.web.id
