jelajahhijau.com Upaya menjaga lingkungan hidup membutuhkan konsistensi dan kesadaran jangka panjang. Menanam pohon hanyalah langkah awal, sementara tantangan sesungguhnya terletak pada proses pemeliharaan agar tanaman benar-benar tumbuh dan memberi manfaat ekologis. Kesadaran inilah yang kembali ditegaskan oleh Ikatan Keluarga Alumni Kehutanan Universitas Tanjungpura di Kabupaten Sintang.
Ikahut Untan Kabupaten Sintang melanjutkan komitmennya dalam perbaikan lingkungan melalui kegiatan penyulaman pohon di sejumlah titik. Penyulaman dilakukan untuk mengganti tanaman yang mati atau tidak tumbuh optimal, sekaligus menegaskan bahwa program penghijauan tidak boleh berhenti pada kegiatan simbolik semata.
Penyulaman sebagai Bentuk Tanggung Jawab Lingkungan
Ketua Ikahut Untan Kabupaten Sintang, Deddy Irawan, menekankan bahwa penyulaman merupakan bagian penting dari pemeliharaan ruang hijau. Tanpa perawatan lanjutan, penanaman pohon berisiko hanya menjadi kegiatan sesaat yang tidak berdampak nyata bagi lingkungan.
Menurut Deddy, penyulaman difokuskan pada lokasi-lokasi yang sebelumnya telah dievaluasi. Tanaman yang mati, rusak, atau tidak berkembang diganti dengan bibit baru yang lebih sesuai dengan kondisi lingkungan setempat. Langkah ini dilakukan agar fungsi ekologis ruang hijau tetap berjalan secara optimal.
Pendekatan tersebut menunjukkan bahwa penghijauan dipahami sebagai proses berkelanjutan, bukan proyek jangka pendek.
Fokus Lokasi Berbasis Evaluasi Lapangan
Penyulaman pohon dilakukan di beberapa titik strategis di Kabupaten Sintang. Salah satu lokasi utama adalah kawasan Istana Al Mukarramah Kesultanan Sintang. Lokasi ini dipilih karena sejumlah tanaman hasil penanaman sebelumnya tidak bertahan akibat dampak banjir yang melanda kawasan tersebut.
Selain lingkungan istana, penyulaman juga dilakukan di area sekitar SMA Negeri 2 Sintang dan MTs Negeri 1 Sintang. Pemilihan lokasi pendidikan dinilai strategis karena berpotensi menjadi ruang edukasi lingkungan bagi pelajar dan masyarakat sekitar.
Dengan melakukan evaluasi terlebih dahulu, Ikahut Untan memastikan bahwa kegiatan penghijauan tidak dilakukan secara serampangan, melainkan berbasis kebutuhan riil di lapangan.
Menjawab Tantangan Alam dan Perubahan Iklim
Banjir yang menyebabkan matinya sejumlah tanaman menjadi pengingat bahwa faktor alam sering kali menjadi tantangan besar dalam kegiatan penghijauan. Curah hujan ekstrem, perubahan pola iklim, serta kondisi tanah yang dinamis menuntut pendekatan yang adaptif.
Penyulaman menjadi jawaban atas tantangan tersebut. Dengan memilih jenis tanaman yang lebih tahan dan sesuai dengan kondisi lokal, peluang keberhasilan penghijauan dapat ditingkatkan. Langkah ini sekaligus mencerminkan pemahaman ekologis yang dimiliki para alumni kehutanan dalam merespons dinamika lingkungan.
Peran Alumni dalam Aksi Nyata Lingkungan
Sebagai wadah alumni kehutanan, Ikahut Untan tidak hanya berfungsi sebagai organisasi silaturahmi, tetapi juga sebagai agen perubahan lingkungan. Latar belakang keilmuan yang dimiliki para anggotanya menjadi modal penting dalam merancang kegiatan berbasis ekologi yang tepat sasaran.
Kegiatan penyulaman pohon menunjukkan bahwa kontribusi alumni tidak berhenti di ranah akademik atau profesi masing-masing, melainkan hadir langsung di tengah masyarakat. Dengan turun ke lapangan, Ikahut Untan memberikan contoh nyata bahwa kepedulian lingkungan dapat diwujudkan melalui aksi sederhana namun berkelanjutan.
Edukasi Lingkungan Lewat Keteladanan
Penghijauan yang dilakukan di ruang publik dan lingkungan pendidikan memiliki nilai edukatif yang kuat. Masyarakat dan pelajar dapat melihat langsung bahwa menanam pohon tidak cukup tanpa pemeliharaan.
Keteladanan ini diharapkan mampu menumbuhkan kesadaran kolektif bahwa menjaga lingkungan adalah tanggung jawab bersama. Penyulaman pohon menjadi sarana pembelajaran bahwa kegagalan tumbuhnya tanaman bukan akhir dari upaya, melainkan bagian dari proses yang harus diperbaiki.
Kolaborasi dan Keberlanjutan Program
Ikahut Untan Kabupaten Sintang membuka peluang kolaborasi dengan berbagai pihak, baik pemerintah daerah, institusi pendidikan, maupun komunitas lokal. Kolaborasi ini penting untuk memastikan keberlanjutan program penghijauan dalam jangka panjang.
Dengan dukungan berbagai pihak, kegiatan pemeliharaan seperti penyulaman dapat dilakukan secara rutin dan terencana. Hal ini akan memperkuat dampak ekologis sekaligus meningkatkan rasa memiliki masyarakat terhadap ruang hijau di sekitarnya.
Menegaskan Makna Penghijauan yang Sesungguhnya
Melalui kegiatan penyulaman pohon, Ikahut Untan menegaskan bahwa penghijauan bukan sekadar menanam sebanyak mungkin pohon, melainkan memastikan pohon tersebut tumbuh dan berfungsi. Fungsi ekologis seperti penyerapan air, peneduh, peningkatan kualitas udara, dan keanekaragaman hayati hanya dapat tercapai jika tanaman dirawat dengan baik.
Pendekatan ini sejalan dengan prinsip kehutanan berkelanjutan yang menempatkan keseimbangan antara manusia dan alam sebagai tujuan utama.
Kesimpulan
Komitmen Ikahut Untan Kabupaten Sintang dalam melakukan penyulaman pohon menjadi contoh nyata bahwa kepedulian lingkungan harus diwujudkan secara konsisten. Penghijauan tidak berhenti pada seremoni penanaman, tetapi berlanjut pada pemeliharaan dan evaluasi berkelanjutan.
Dengan pendekatan berbasis ilmu, evaluasi lapangan, dan aksi nyata, Ikahut Untan menunjukkan bahwa alumni kehutanan memiliki peran strategis dalam menjaga lingkungan. Penyulaman pohon bukan hanya mengganti tanaman yang mati, tetapi juga menumbuhkan harapan akan lingkungan yang lebih lestari di masa depan.

Cek Juga Artikel Dari Platform marihidupsehat.web.id
