jelajahhijau.com Upaya pelestarian lingkungan kembali mendapat dukungan dari kalangan mahasiswa. Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Sulawesi Selatan mengawali gerakan penghijauan dengan menggelar aksi penanaman pohon di wilayah Kabupaten Gowa. Kegiatan ini menjadi langkah awal dari komitmen jangka panjang IMM dalam menjaga keseimbangan ekosistem dan merespons tantangan kerusakan lingkungan yang semakin nyata.
Gerakan ini diprakarsai oleh DPD IMM Sulawesi Selatan bersama PC IMM Kota Makassar. Kolaborasi tersebut menegaskan bahwa isu lingkungan hidup tidak dapat ditangani secara parsial, melainkan membutuhkan keterlibatan kolektif lintas wilayah dan generasi.
Menjawab Tantangan Kerusakan Lingkungan
Kerusakan lingkungan akibat alih fungsi lahan dan penebangan pohon secara masif menjadi persoalan serius di berbagai daerah. Dampaknya tidak hanya dirasakan dalam bentuk berkurangnya ruang hijau, tetapi juga meningkatnya risiko bencana seperti banjir dan longsor. IMM Sulsel memandang kondisi ini sebagai panggilan moral bagi generasi muda untuk tidak tinggal diam.
Ketua Bidang Lingkungan Hidup DPD IMM Sulsel, Andi Yusril, menegaskan bahwa aksi penanaman pohon bukan sekadar kegiatan simbolik. Menurutnya, kegiatan ini dirancang sebagai bagian dari gerakan berkelanjutan yang akan terus digerakkan oleh kader IMM di berbagai wilayah.
Konsep “satu kader satu pohon” diusung sebagai pendekatan sederhana namun bermakna. Melalui konsep ini, setiap kader didorong untuk memiliki tanggung jawab personal terhadap lingkungan, sekaligus menumbuhkan kesadaran kolektif akan pentingnya menjaga alam.
Melibatkan Masyarakat Sekitar
Tidak hanya fokus pada internal organisasi, IMM Sulsel juga melibatkan masyarakat dalam gerakan penghijauan ini. Bibit pohon turut disalurkan kepada warga di wilayah Pattallassang sebagai bentuk ajakan agar masyarakat ikut berperan aktif menjaga lingkungan sekitar.
Langkah ini diyakini mampu memperluas dampak kegiatan, karena pelestarian lingkungan tidak dapat berjalan efektif tanpa partisipasi masyarakat. Ketika warga terlibat langsung dalam penanaman dan perawatan pohon, rasa memiliki terhadap lingkungan akan tumbuh secara alami.
Pendekatan kolaboratif ini sekaligus memperkuat hubungan antara mahasiswa dan masyarakat, menjadikan gerakan penghijauan sebagai ruang edukasi bersama tentang pentingnya menjaga keseimbangan alam.
Bagian dari Program Nasional IMM
Sekretaris Bidang Lingkungan Hidup DPD IMM Sulsel, Umirahayusari, menjelaskan bahwa aksi di Gowa merupakan tindak lanjut dari program strategis IMM di tingkat nasional. Program Green Youth Leader Camp dan Program 2 Juta Pohon yang dicanangkan oleh DPP IMM menjadi landasan utama gerakan ini.
Sebagai tahap awal, ribuan bibit pohon ditanam dan akan terus dilanjutkan dengan penanaman yang lebih luas di berbagai kabupaten dan kota di Sulawesi Selatan. Target jangka panjangnya adalah membangun kesadaran lingkungan yang konsisten di kalangan kader muda, bukan hanya melalui aksi tanam pohon, tetapi juga edukasi dan advokasi lingkungan.
Peran Mahasiswa dalam Isu Lingkungan
Keterlibatan mahasiswa dalam isu lingkungan hidup memiliki arti strategis. Mahasiswa tidak hanya berperan sebagai agen perubahan di bidang intelektual, tetapi juga sebagai motor penggerak aksi sosial. Melalui kegiatan seperti ini, IMM Sulsel menunjukkan bahwa organisasi kemahasiswaan mampu mengambil peran nyata dalam menjawab persoalan lingkungan.
Aksi penghijauan juga menjadi sarana pembelajaran langsung bagi kader IMM tentang pentingnya keberlanjutan. Nilai-nilai kepemimpinan, tanggung jawab sosial, dan kepedulian terhadap alam ditanamkan melalui praktik nyata, bukan sekadar wacana.
Harapan untuk Masa Depan yang Lebih Hijau
IMM Sulsel berharap gerakan penghijauan ini dapat menginspirasi organisasi pemuda lainnya untuk melakukan hal serupa. Penanaman pohon bukan hanya soal jumlah, tetapi juga konsistensi dan keberlanjutan dalam merawat lingkungan.
Dengan melibatkan kader dan masyarakat, gerakan ini diharapkan mampu menciptakan dampak jangka panjang bagi ekosistem lokal. Pohon-pohon yang ditanam hari ini menjadi simbol harapan bagi generasi mendatang untuk menikmati lingkungan yang lebih sehat dan lestari.
Penutup
Gerakan penghijauan yang diawali IMM Sulsel di Kabupaten Gowa menjadi bukti bahwa kepedulian terhadap lingkungan dapat dimulai dari langkah sederhana. Melalui kolaborasi, konsistensi, dan keterlibatan masyarakat, upaya pelestarian lingkungan tidak lagi sekadar slogan, tetapi menjadi gerakan nyata yang berkelanjutan.
IMM Sulsel menegaskan bahwa menjaga lingkungan adalah tanggung jawab bersama. Dari satu pohon yang ditanam hari ini, tumbuh harapan untuk masa depan Sulawesi Selatan yang lebih hijau, seimbang, dan berkelanjutan.

Cek Juga Artikel Dari Platform kalbarnews.web.id
