jelajahhijau.com Gerakan pelestarian lingkungan di Indonesia terus mendapat energi baru dari berbagai sektor, dan salah satu motor penggerak pentingnya berasal dari TNI AD. Kodim 0706/Temanggung menjadi salah satu contoh nyata bagaimana aparat teritorial mampu menjadi garda depan dalam menjaga kelestarian alam. Melalui rangkaian kegiatan pembinaan lingkungan hidup, Kodim Temanggung kembali menegaskan komitmennya untuk mendukung terwujudnya Indonesia yang lebih hijau, bersih, dan berkelanjutan.
Inisiatif ini berangkat dari kesadaran bahwa urusan menjaga lingkungan tidak hanya menjadi tanggung jawab instansi tertentu, tetapi menjadi kewajiban bersama seluruh anak bangsa. Alam yang rusak bukan hanya berdampak pada sektor kesehatan dan ekonomi, namun juga mengancam keberlangsungan hidup generasi mendatang. Oleh sebab itu, TNI melalui peran Babinsa mengambil langkah nyata untuk menumbuhkan gerakan hijau yang meluas ke seluruh lapisan masyarakat.
Komitmen Kodim Temanggung untuk Indonesia Hijau
Dalam kegiatan pembinaan lingkungan hidup yang dipusatkan di Aula Sarwoguna Makodim, seluruh jajaran Babinsa mendapatkan pengarahan mengenai pentingnya menjaga ekosistem dan memulai langkah konkret di wilayah masing-masing. Acara tersebut dipimpin oleh Kasdim Mayor Cba Agus Jumawan yang mewakili Dandim Letkol Inf Hermawan Adi Nugroho, M.Han.
Melalui arahannya, Kodim Temanggung menekankan bahwa Babinsa memiliki peran strategis sebagai ujung tombak di lapangan. Mereka tidak hanya berperan dalam keamanan wilayah, tetapi juga menjaga harmoni antara manusia dan alam. Pendekatan ini menempatkan TNI sebagai inspirator perubahan yang memberi teladan bagi masyarakat.
Tema yang diangkat, yaitu “Bersatu dengan Alam untuk Indonesia Hijau”, bukan sekadar slogan. Pesan itu menggambarkan tekad untuk membangun hubungan baru antara masyarakat dan lingkungannya. Indonesia yang hijau hanya bisa terwujud apabila masyarakat bergerak serempak dan memahami bahwa alam adalah mitra yang harus dijaga, bukan sumber daya yang dieksploitasi tanpa batas.
Babinsa Sebagai Penggerak Kesadaran Lingkungan
Babinsa dikenal sebagai figur yang dekat dengan masyarakat di tingkat desa. Kedekatan inilah yang membuat mereka sangat efektif dalam menyampaikan pesan-pesan pelestarian lingkungan. Melalui pembinaan langsung, Babinsa dapat mengajak warga memahami masalah kerusakan lingkungan yang mulai dirasakan nyata, seperti banjir, tanah longsor, cuaca ekstrem, serta turunnya kualitas udara dan air.
Selain memberi edukasi, Babinsa juga memimpin kegiatan penanaman pohon, pembenahan daerah aliran sungai, hingga membersihkan titik-titik rawan sampah. Langkah-langkah kecil ini menjadi bagian dari gerakan besar untuk mengembalikan keseimbangan alam. Di beberapa wilayah, Babinsa bahkan berkolaborasi dengan sekolah, komunitas petani, dan organisasi kepemudaan untuk menciptakan gerakan hijau berkelanjutan.
Peran Babinsa semakin vital karena mereka memahami karakter geografis wilayah setempat. Kondisi tersebut memungkinkan mereka memberikan solusi yang relevan bagi setiap daerah. Hal inilah yang membuat pendekatan Kodim Temanggung sangat efektif, karena upaya yang dilakukan bukan sekadar seremonial, tetapi benar-benar menyentuh kebutuhan masyarakat.
Kolaborasi TNI dan Masyarakat sebagai Kunci Utama
Pelestarian lingkungan tidak akan berhasil jika dilakukan sendiri. Kodim Temanggung membuka ruang selebar-lebarnya bagi kolaborasi dengan masyarakat, pemerintah desa, kelompok pemuda, organisasi keagamaan, hingga komunitas pecinta alam. Kegiatan seperti gotong royong massal, penanaman pohon ribuan bibit, hingga penguatan bank sampah menjadi agenda rutin yang diikuti berbagai pihak.
Warga juga didorong menciptakan kebiasaan ramah lingkungan di kehidupan sehari-hari. Contohnya mengurangi penggunaan plastik sekali pakai, memilah sampah rumah tangga, menjaga kebersihan halaman rumah, serta ikut memantau daerah rawan longsor ketika curah hujan meningkat. Kesadaran kolektif seperti inilah yang menjadi fondasi kuat untuk mewujudkan lingkungan yang bersih dan sehat.
Di luar itu, TNI dan masyarakat juga bekerja sama dalam upaya mitigasi bencana. Ketika wilayah tertentu dinilai rentan terhadap bencana alam, Babinsa bersama pemerintah desa melakukan pemasangan peringatan dini serta simulasi penanggulangan bencana. Hal tersebut menambah kapasitas masyarakat dalam menghadapi kondisi darurat yang sewaktu-waktu bisa terjadi akibat perubahan iklim.
Edukasi Lingkungan untuk Generasi Mendatang
Kodim Temanggung menyadari bahwa menjaga lingkungan membutuhkan proses lintas generasi. Oleh karena itu, edukasi ke sekolah serta kegiatan pembelajaran di alam terbuka juga menjadi bagian dari agenda program ini. Anak-anak dan remaja diperkenalkan pada pentingnya tanaman keras, fungsi mata air, serta dampak dari kerusakan lingkungan.
Melalui pendekatan informatif namun menyenangkan, generasi muda Temanggung diharapkan tumbuh sebagai individu yang mencintai alam. Mereka didorong untuk ikut menanam pohon, memelihara bibit tanaman lokal, hingga belajar mengenali potensi bencana. Pendekatan ini dipercaya dapat menumbuhkan karakter peduli lingkungan sejak dini, sehingga gerakan hijau tetap hidup di masa depan.
Harapan TNI untuk Lingkungan Temanggung yang Lebih Baik
Kodim Temanggung menginginkan agar seluruh program pelestarian lingkungan hidup dapat berlanjut secara mandiri. Babinsa terus didorong menjadi contoh, sementara masyarakat diberikan ruang untuk menjadi pemimpin lokal dalam gerakan hijau. Dengan langkah ini, Temanggung diharapkan mampu menjadi daerah yang semakin hijau, resilien, dan nyaman dihuni.
Inisiatif yang dilakukan Kodim 0706/Temanggung juga diharapkan mampu menginspirasi daerah lain. Ketika semakin banyak wilayah menggalakkan gerakan hijau, maka impian tentang Indonesia yang lebih bersih dan berkelanjutan bukan lagi harapan kosong.
Penutup
Babinsa telah membuktikan bahwa tugas mereka tidak hanya menjaga keamanan, tetapi juga menjadi penjaga bumi. Melalui program pelestarian lingkungan yang digagas Kodim Temanggung, masyarakat diajak memahami bahwa menyelamatkan alam adalah investasi masa depan. Dengan kolaborasi yang kuat, edukasi berkelanjutan, dan gerakan nyata di lapangan, langkah menuju Indonesia yang hijau semakin dekat untuk diwujudkan.

Cek Juga Artikel Dari Platform monitorberita.com
