jelajahhijau.com Pemerintah Kabupaten Berau di Kalimantan Timur terus memperkuat komitmennya dalam membangun ekonomi hijau yang berkelanjutan. Salah satu strategi utama yang dikembangkan adalah perhutanan sosial, sebuah program yang mengajak masyarakat sekitar hutan untuk terlibat langsung dalam pengelolaan dan pemanfaatan sumber daya alam secara bijak. Program ini menjadi jembatan penting antara pelestarian lingkungan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat lokal.
Perhutanan sosial memberikan akses kepada masyarakat untuk mengelola kawasan hutan secara legal, terencana, dan produktif. Pemkab Berau menanamkan prinsip bahwa hutan bukan hanya ruang konservasi, tetapi juga ruang hidup yang dapat memberikan manfaat ekonomi tanpa merusak ekosistem. Pendekatan ini menciptakan hubungan yang lebih harmonis antara manusia dan hutan, sekaligus membuka peluang usaha baru yang lebih ramah lingkungan.
Peran Strategis Lahan Perhutanan Sosial
Kabupaten Berau memiliki potensi besar dalam pengembangan ekonomi hijau. Total luas lahan perhutanan sosial yang tercatat mencapai sekitar 98 ribu hektare. Luasan ini menjadikan Berau sebagai salah satu daerah dengan kapasitas besar dalam menerapkan program perhutanan sosial secara efektif. Dengan wilayah yang begitu luas, masyarakat dapat mengembangkan berbagai usaha produktif yang berbasis pada sumber daya hutan.
Sekretaris Daerah Kabupaten Berau, Muhammad Said, menegaskan bahwa luasnya lahan ini memberikan peluang nyata bagi peningkatan ekonomi masyarakat. Masyarakat dapat memanfaatkan kawasan hutan dengan tetap menjaga kelestariannya. Ini membuka kesempatan untuk mengembangkan usaha yang berkelanjutan, baik dalam bidang pertanian, pemeliharaan lebah kelulut, maupun pengolahan limbah organik.
Budi Daya Madu Kelulut: Komoditas Bernilai Tinggi
Salah satu usaha produktif yang berkembang pesat dalam program perhutanan sosial di Berau adalah budi daya madu kelulut. Lebah kelulut atau trigona dikenal sebagai lebah tanpa sengat yang menghasilkan madu berkualitas tinggi. Madu kelulut memiliki nilai ekonomi yang tinggi karena rasanya yang khas dan kandungan nutrisinya yang dipercaya bermanfaat bagi kesehatan.
Para petani kelulut memanfaatkan area hutan sebagai habitat alami tempat lebah bersarang dan berkembang biak. Dengan adanya hutan yang terjaga, populasi lebah kelulut tetap stabil sehingga produksi madu bisa terus meningkat. Selain menghasilkan madu, budi daya kelulut juga membantu menjaga keanekaragaman hayati karena lebah berperan penting dalam proses penyerbukan.
Program ini tidak hanya menciptakan sumber pendapatan baru, tetapi juga meningkatkan kualitas hidup masyarakat yang tinggal di sekitar hutan. Banyak keluarga mulai mendapatkan penghasilan tambahan setiap bulan, dan sebagian bahkan menjadikan usaha kelulut sebagai mata pencaharian utama.
Produksi Pupuk Kompos untuk Pertanian Berkelanjutan
Selain madu kelulut, masyarakat juga terlibat aktif dalam pembuatan pupuk kompos. Pengolahan limbah organik menjadi kompos membantu mengurangi volume sampah sekaligus menghasilkan produk yang sangat dibutuhkan dalam pertanian. Pupuk kompos menjadi alternatif yang lebih ramah lingkungan menggantikan pupuk kimia yang sering merusak kualitas tanah dalam jangka panjang.
Program kompos ini tidak hanya memberikan nilai ekonomi, tetapi juga mendorong praktik pertanian berkelanjutan. Petani bisa menggunakan kompos untuk meningkatkan kesuburan tanah, sehingga produktivitas pertanian meningkat tanpa merusak lingkungan. Melalui kegiatan ini, masyarakat semakin memahami bahwa ekonomi hijau adalah konsep yang bisa diterapkan secara praktis dalam kehidupan sehari-hari.
Pemberdayaan Masyarakat sebagai Kunci Keberhasilan
Keberhasilan perhutanan sosial sangat bergantung pada partisipasi masyarakat. Pemkab Berau memahami hal ini sehingga berbagai pendampingan, pelatihan, dan program edukasi terus dilakukan. Masyarakat diberikan pemahaman mengenai cara mengelola hutan secara berkelanjutan, menjaga keanekaragaman hayati, serta mengembangkan usaha berbasis hasil hutan bukan kayu.
Pendekatan ini membuat masyarakat merasa memiliki peran penting dalam menjaga hutan. Kesadaran ini menjadi modal besar untuk menjaga kelestarian kawasan hutan dalam jangka panjang. Dengan melibatkan masyarakat sebagai aktor utama, program perhutanan sosial bukan hanya menciptakan nilai ekonomi, tetapi juga membangun karakter masyarakat yang peduli lingkungan.
Ekonomi Hijau sebagai Arah Masa Depan Berau
Pengembangan ekonomi hijau di Berau menunjukkan arah pembangunan yang lebih pro-lingkungan. Pemerintah daerah melihat bahwa perkembangan teknologi dan perubahan iklim membuat pendekatan ekonomi berbasis alam menjadi semakin relevan. Perhutanan sosial menjadi salah satu pilar utama dalam membangun masa depan Berau yang lebih hijau, produktif, dan berdaya saing.
Program ini tidak hanya berdampak lokal, tetapi juga menjadi kontribusi positif terhadap upaya nasional untuk mengurangi emisi dan menjaga ketahanan ekologis. Ketika masyarakat mendapatkan manfaat ekonomi, mereka cenderung menjaga hutan dengan lebih baik. Ini menciptakan siklus yang menguntungkan baik bagi manusia maupun alam.
Kesimpulan: Berau Menuju Masa Depan yang Lebih Hijau
Perhutanan sosial di Berau merupakan contoh nyata bagaimana lingkungan dan ekonomi dapat berjalan seiring. Dengan memanfaatkan potensi lahan seluas 98 ribu hektare dan melibatkan masyarakat secara langsung, Pemkab Berau berhasil mengembangkan program ekonomi hijau yang berkelanjutan.
Usaha seperti budi daya madu kelulut dan produksi pupuk kompos membuktikan bahwa hasil hutan bukan kayu memiliki nilai ekonomi tinggi. Melalui program ini, masyarakat tidak hanya memperoleh manfaat finansial, tetapi juga berperan aktif dalam menjaga kelestarian hutan.
Berau kini berada di jalur yang tepat untuk menjadi wilayah percontohan ekonomi hijau di Indonesia. Dengan terus memperkuat kerja sama antara pemerintah, masyarakat, dan pemangku kepentingan lainnya, masa depan Berau sebagai kabupaten hijau bukan lagi sekadar visi, melainkan kenyataan yang semakin mendekat.

Cek Juga Artikel Dari Platform seputardigital.web.id
