Upaya menjaga lingkungan dan mengurangi risiko bencana alam kembali ditegaskan oleh Pemerintah Kabupaten Kaur. Pada akhir Desember 2025, Pemkab Kaur melaksanakan kegiatan penanaman bibit pohon di kawasan perkantoran Padan Kempas sebagai bagian dari gerakan konservasi hutan di Provinsi Bengkulu. Aksi ini bukan sekadar seremonial, melainkan langkah nyata untuk memperkuat daya dukung lingkungan di tengah meningkatnya ancaman banjir dan tanah longsor.
Kegiatan tersebut dilaksanakan serentak bersama Provinsi Bengkulu dan pemerintah kabupaten/kota lainnya. Kabupaten Kaur sendiri melakukan penanaman secara simbolis sebanyak 60 batang bibit tanaman keras yang dinilai memiliki nilai ekologis tinggi dan manfaat jangka panjang bagi keseimbangan alam.
Komitmen Daerah Menjaga Lingkungan
Penanaman pohon digelar di kawasan perkantoran Padan Kempas, salah satu pusat aktivitas pemerintahan di Kabupaten Kaur. Lokasi ini dipilih sebagai simbol bahwa pelestarian lingkungan harus dimulai dari pusat-pusat pemerintahan dan ditularkan ke seluruh wilayah.
Jenis bibit yang ditanam antara lain kayu bawang lanang dan trembesi. Kedua jenis pohon ini dikenal memiliki perakaran kuat, mampu menahan erosi tanah, serta efektif menyerap air hujan. Dalam jangka panjang, tanaman keras seperti ini berperan penting dalam menjaga stabilitas tanah dan mencegah terjadinya longsor, terutama di wilayah dengan kontur perbukitan dan aliran sungai.
Antisipasi Bencana sebagai Investasi Masa Depan
Wakil Bupati Kaur Abdul Hamid, menegaskan bahwa penanaman pohon tersebut merupakan langkah awal dari program penghijauan berkelanjutan di daerahnya. Menurutnya, bencana alam seperti banjir dan longsor tidak bisa ditangani hanya dengan respons darurat, tetapi harus dicegah sejak dini melalui pengelolaan lingkungan yang baik.
“Hari ini kita melakukan penanaman secara simbolis sebanyak 60 bibit tanaman keras, yaitu kayu bawang lanang dan trembesi. Ke depan, Pemkab Kaur akan menyiapkan sekitar 10 ribu batang bibit tanaman keras untuk ditanam di berbagai wilayah,” ujar Abdul Hamid.
Ia menjelaskan bahwa ribuan bibit tersebut akan disebar di sejumlah titik strategis, terutama di kawasan Hutan Produksi Terbatas dan wilayah yang rawan degradasi lingkungan. Dengan demikian, penghijauan tidak hanya memperindah kawasan, tetapi juga berfungsi sebagai benteng alami menghadapi potensi bencana.
Dukungan Infrastruktur Pembibitan
Salah satu keunggulan Kabupaten Kaur dalam menyukseskan program penghijauan adalah keberadaan BPDAS Ketahun. Balai pembibitan ini siap mendukung penyediaan bibit tanaman keras dalam jumlah besar dan berkelanjutan.
Menurut Wakil Bupati, keberadaan BPDAS Ketahun menjadi peluang strategis bagi Kabupaten Kaur untuk mengembangkan pembibitan lokal. Selain memenuhi kebutuhan penghijauan daerah, pembibitan juga berpotensi membuka lapangan kerja dan meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga hutan.
“Kebetulan di Kaur ada Balai Pembibitan BPDAS Ketahun yang siap mendukung penyediaan bibit. Ini menjadi peluang besar untuk menyukseskan program konservasi hutan,” tambahnya.
Penghijauan dan Kesadaran Kolektif
Lebih dari sekadar menanam pohon, kegiatan ini juga bertujuan membangun kesadaran kolektif tentang pentingnya lingkungan hidup. Pemerintah daerah berharap aksi ini menjadi pemicu partisipasi aktif masyarakat, dunia usaha, hingga lembaga pendidikan untuk ikut terlibat dalam gerakan penghijauan.
Bengkulu sendiri dikenal sebagai salah satu provinsi dengan kawasan hutan yang luas. Namun, tekanan terhadap lingkungan akibat alih fungsi lahan dan perubahan iklim membuat upaya konservasi menjadi semakin mendesak. Melalui program penghijauan yang konsisten, pemerintah daerah ingin memastikan hutan tetap lestari dan mampu menjalankan fungsi ekologisnya.
Sinergi Lintas Lembaga
Kegiatan penanaman pohon di Padan Kempas juga dihadiri oleh berbagai unsur pimpinan daerah dan lembaga vertikal. Turut hadir Wakil Ketua II DPRD Kaur Mardianto, Sekretaris Daerah Nasrur Rahman, Wakapolres Kaur Kompol Yosril Radiansyah, perwakilan Kodim 0408/BSK, Kejaksaan Negeri Kaur, Kementerian Agama, Pengadilan Negeri Bintuhan, Pos AL Linau, serta para kepala OPD.
Kehadiran berbagai pihak ini menunjukkan bahwa pelestarian lingkungan bukan hanya tanggung jawab satu instansi, melainkan kerja bersama lintas sektor. Sinergi ini diharapkan dapat memperkuat implementasi program penghijauan hingga ke tingkat desa.
Menuju Bengkulu sebagai Wilayah Konservasi
Melalui gerakan penanaman pohon ini, Pemkab Kaur ingin berkontribusi nyata dalam mewujudkan Bengkulu sebagai wilayah konservasi hutan yang lestari dan berkelanjutan. Tanaman keras seperti kayu bawang, trembesi, dan meranti dipilih karena selain memiliki fungsi ekologis, juga bernilai ekonomis dalam jangka panjang jika dikelola sesuai aturan.
Wakil Bupati menutup kegiatan dengan harapan agar penghijauan tidak berhenti pada satu momentum. Menurutnya, menjaga lingkungan adalah investasi jangka panjang bagi generasi mendatang. Dengan hutan yang terjaga, risiko bencana dapat ditekan, kualitas hidup masyarakat meningkat, dan pembangunan daerah dapat berjalan lebih berkelanjutan.
“Penanaman pohon ini kita lakukan untuk mengantisipasi terjadinya bencana alam. Tanaman keras sangat penting untuk menjaga keseimbangan lingkungan dan mengurangi risiko banjir serta longsor,” pungkasnya.
Langkah Pemkab Kaur ini menjadi pengingat bahwa menghadapi ancaman bencana alam tidak selalu harus dengan teknologi mahal. Terkadang, solusi paling efektif justru datang dari alam itu sendiri—melalui pohon-pohon yang ditanam hari ini untuk melindungi kehidupan esok hari.
Baca Juga : Barak Inklusi Merapi Upaya Kemanusiaan di Lereng Rawan Bencana
Jangan Lewatkan Info Penting Dari : medianews

