jelajahhijau.com Mitigasi bencana kini semakin sering dilakukan lewat pendekatan lingkungan. Salah satunya adalah penghijauan di wilayah rawan banjir. Cara ini dianggap efektif untuk jangka panjang. Alam bisa menjadi benteng alami jika dijaga dengan baik.
Di Aceh Utara, BPBD bersama mahasiswa melakukan aksi penanaman pohon. Kegiatan ini melibatkan Universitas Trunojoyo Madura (UTM) dan Universitas Malikussaleh (Unimal). Lokasinya berada di kawasan yang sering terdampak banjir.
Penanaman dilakukan di Gampong Paya Rabo Lhok, Kecamatan Sawang. Wilayah ini termasuk daerah yang rentan bencana hidrometeorologi. Karena itu, penghijauan menjadi bagian dari pemulihan pascabanjir.
Kegiatan ini tidak hanya simbolis. Program ini juga menjadi langkah nyata untuk mengurangi risiko banjir berulang.
Kolaborasi BPBD dan Mahasiswa dalam Aksi Lingkungan
Aksi penghijauan ini menunjukkan pentingnya kerja sama banyak pihak. BPBD tidak berjalan sendiri. Mahasiswa juga ikut terlibat langsung di lapangan. Hal ini menjadi contoh kolaborasi yang positif.
Mahasiswa yang hadir merupakan peserta Kuliah Kerja Nyata atau KKN. Program KKN mereka diisi dengan kegiatan berbasis lingkungan. Mereka menanam pohon sebagai bentuk kepedulian terhadap desa tempat mereka mengabdi.
Kegiatan seperti ini memberi manfaat ganda. Lingkungan terbantu, masyarakat juga mendapat edukasi. Generasi muda pun belajar tentang mitigasi bencana secara nyata.
Semangat gotong royong terlihat jelas selama kegiatan berlangsung.
Penanaman Pohon untuk Mengurangi Risiko Banjir
Penanaman pohon punya peran penting dalam mitigasi banjir. Pohon membantu tanah menyerap air lebih baik. Air hujan tidak langsung mengalir deras ke permukiman.
Akar pohon juga memperkuat struktur tanah. Ini bisa mencegah erosi dan longsor. Daerah yang memiliki vegetasi kuat biasanya lebih stabil secara ekologis.
Penghijauan juga menjaga keseimbangan alam. Hutan kecil atau ruang hijau dapat menahan limpasan air. Dampaknya, risiko banjir bisa ditekan.
Selain itu, pohon juga memperbaiki kualitas udara. Lingkungan menjadi lebih sehat dan nyaman.
Edukasi Mitigasi Bencana untuk Warga Desa
Kegiatan ini tidak hanya menanam pohon. BPBD juga melakukan sosialisasi mitigasi bencana. Tujuannya adalah meningkatkan kesiapsiagaan warga.
Warga diberikan pemahaman tentang langkah sebelum bencana terjadi. Mereka juga diajarkan apa yang harus dilakukan saat banjir datang. Setelah bencana, masyarakat juga perlu tahu cara pemulihan yang tepat.
Mitigasi bukan hanya soal alat berat atau tanggul. Mitigasi juga soal pengetahuan dan kesadaran bersama.
Jika masyarakat siap, dampak bencana bisa lebih kecil. Korban jiwa dan kerugian dapat ditekan.
Peran KKN dalam Gerakan Penghijauan Pascabanjir
Program KKN mahasiswa UTM di Kecamatan Sawang menjadi lebih bermakna. Mereka tidak hanya menjalankan agenda sosial biasa. Mereka juga ikut dalam aksi penghijauan besar.
Ratusan batang pohon ditanam bersama warga. Kegiatan ini menjadi simbol kepedulian terhadap lingkungan pascabanjir.
Mahasiswa juga berperan sebagai penggerak. Mereka mengajak masyarakat ikut menanam dan menjaga pohon. Pendekatan ini membuat program lebih berkelanjutan.
KKN menjadi ruang pembelajaran yang nyata. Mahasiswa belajar langsung menghadapi isu lingkungan dan kebencanaan.
Penghijauan Adalah Investasi Jangka Panjang
Penghijauan bukan solusi instan. Hasilnya memang tidak langsung terasa dalam sehari. Namun dampaknya sangat besar untuk masa depan.
Jika pohon tumbuh dengan baik, kawasan akan lebih tahan banjir. Tanah menjadi lebih kuat. Air lebih mudah diserap. Lingkungan pun lebih stabil.
Namun keberhasilan program ini perlu pemeliharaan. Pohon yang sudah ditanam harus dijaga. Penyiraman dan pemantauan tetap dibutuhkan.
Masyarakat memiliki peran penting di sini. Pemerintah juga perlu mendukung lewat program lanjutan.
Jika dilakukan bersama-sama, penghijauan bisa menjadi strategi utama mitigasi bencana.
Komitmen Bersama untuk Lingkungan yang Lebih Aman
Aksi BPBD Aceh Utara bersama mahasiswa menunjukkan langkah positif. Penghijauan dan edukasi bencana berjalan beriringan. Ini membuat masyarakat lebih siap menghadapi ancaman banjir.
Menanam pohon bukan hanya tentang penghijauan. Ini tentang menjaga masa depan. Ini juga tentang menciptakan wilayah yang lebih aman dan lestari.
Kolaborasi seperti ini diharapkan terus berlanjut. Dengan alam yang lebih hijau, masyarakat bisa hidup lebih tenang. Bencana pun bisa diminimalkan dengan cara yang lebih bijak.

Cek Juga Artikel Dari Platform olahraga.online
