jelajahhijau.com Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Pati bersama berbagai pemangku kepentingan menggelar aksi penghijauan melalui kegiatan penanaman bersama di kawasan Wana Wisata Pijar Park. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya kolaboratif untuk menjaga kelestarian alam di wilayah Pegunungan Muria, yang dalam beberapa waktu terakhir mulai dirasakan berkurang kehijauannya.
Aksi penghijauan dilakukan di kawasan petak hutan yang berada dalam wilayah Resort Pemangkuan Hutan Ternadi, Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan Muria Patiayam. Penanaman ini tidak hanya melibatkan jajaran Perhutani, tetapi juga pengelola wisata, pemerintah desa, aparat kewilayahan, serta masyarakat sekitar.
Dengan mengusung semboyan “Hutan Lestari Rakyat Mukti”, kegiatan ini menjadi simbol semangat bersama bahwa kelestarian hutan tidak hanya penting bagi lingkungan, tetapi juga bagi kesejahteraan masyarakat.
Kolaborasi Hijau untuk Menjaga Pegunungan Muria
Pegunungan Muria dikenal sebagai salah satu kawasan penting di Jawa Tengah yang memiliki fungsi ekologis besar. Hutan di wilayah ini berperan sebagai penyangga tata air, penjaga keseimbangan ekosistem, serta sumber kehidupan bagi masyarakat sekitar.
Namun, perubahan kondisi alam dan tekanan lingkungan membuat kawasan ini perlu mendapat perhatian lebih. Karena itu, Perhutani KPH Pati menggandeng berbagai pihak untuk melakukan penghijauan sebagai langkah nyata menjaga keberlanjutan fungsi hutan.
Administratur KPH Pati, Sukmono Edwi Susanto, menegaskan bahwa kegiatan penanaman ini merupakan hasil kerja sama yang telah terjalin baik antara Perhutani, Pemerintah Desa Kajar, dan pengelola Wana Wisata Pijar Park.
Menurutnya, penghijauan bukan hanya agenda seremonial, tetapi bagian dari kolaborasi hijau yang bertujuan menyelamatkan sumber daya hutan dan memastikan alam Pegunungan Muria tetap lestari.
Momentum Musim Hujan untuk Penanaman Optimal
Salah satu faktor penting dalam kegiatan penghijauan adalah pemilihan waktu yang tepat. Sukmono menjelaskan bahwa pelaksanaan penanaman memanfaatkan momentum musim hujan, yang dinilai sebagai waktu ideal agar bibit tanaman dapat tumbuh subur.
Musim hujan memberikan kelembapan tanah yang cukup sehingga bibit memiliki peluang hidup lebih besar. Selain itu, penanaman di musim ini juga menjadi strategi untuk mencegah erosi dan longsor yang pernah terjadi di beberapa titik kawasan pegunungan.
Dengan akar tanaman yang kuat, tanah akan lebih stabil dan risiko kerusakan lingkungan dapat ditekan.
Tanaman Kehutanan dan Buah Bernilai Ekonomi
Dalam kegiatan ini, bibit yang ditanam tidak hanya tanaman kehutanan, tetapi juga tanaman buah-buahan. Hal ini dilakukan agar penghijauan memiliki manfaat ganda, baik untuk lingkungan maupun ekonomi masyarakat.
Tanaman kehutanan berfungsi sebagai pelindung ekosistem dan penahan erosi, sedangkan tanaman buah dapat memberikan hasil ekonomi di masa depan bagi warga sekitar.
Perhutani berharap tanaman yang ditanam dapat tumbuh subur dan memberikan manfaat berkelanjutan. Dengan demikian, hutan tidak hanya menjadi ruang hijau yang dijaga, tetapi juga sumber kesejahteraan yang dikelola secara bijak.
Dukungan Pengelola Wisata Pijar Park
Direktur Wana Wisata Pijar Park, Yusuf, menyampaikan apresiasi atas kerja sama yang selama ini terjalin dengan Perhutani. Ia menilai aksi penghijauan ini sangat penting karena kawasan wisata alam juga bergantung pada kelestarian hutan.
Menurut Yusuf, Pijar Park bukan hanya tempat rekreasi, tetapi juga habitat satwa liar seperti kera ekor panjang dan lutung. Keberadaan satwa ini menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan yang datang.
Karena itu, penghijauan menjadi bagian penting dalam menjaga keseimbangan alam sekaligus mendukung keberlanjutan wisata berbasis lingkungan.
Ia juga menegaskan bahwa bibit tanaman yang ditanam berfungsi sebagai penahan erosi, penjaga tata air, dan memiliki nilai ekonomi yang bisa dirasakan masyarakat di masa depan.
Peran Pemerintah Desa dan Masyarakat
Kepala Desa Kajar, Bambang Totok S, turut memberikan dukungan penuh terhadap kegiatan penanaman bersama ini. Ia berharap aksi penghijauan menjadi langkah nyata menjaga kelestarian hutan Pegunungan Muria.
Dengan semangat “Hutan Lestari Rakyat Mukti”, pemerintah desa melihat bahwa kelestarian hutan sangat erat kaitannya dengan kehidupan masyarakat. Hutan yang sehat berarti air yang cukup, tanah yang subur, serta lingkungan yang lebih aman dari bencana.
Keterlibatan masyarakat juga menjadi kunci utama. Penghijauan tidak akan berhasil jika hanya dilakukan oleh institusi, tetapi harus menjadi gerakan bersama yang dijaga dan dirawat dalam jangka panjang.
Penghijauan sebagai Investasi Masa Depan
Aksi penghijauan seperti ini merupakan investasi jangka panjang. Bibit yang ditanam hari ini mungkin baru memberikan hasil bertahun-tahun ke depan, tetapi manfaatnya sangat besar bagi generasi mendatang.
Kelestarian hutan Pegunungan Muria akan menjaga sumber air, mengurangi risiko bencana alam, serta mempertahankan keanekaragaman hayati. Selain itu, hutan yang terjaga juga mendukung sektor wisata alam dan ekonomi masyarakat sekitar.
Kolaborasi antara Perhutani, pengelola wisata, pemerintah desa, dan masyarakat menjadi contoh bahwa menjaga alam membutuhkan sinergi lintas pihak.
Penutup
Perhutani KPH Pati bersama pemangku kepentingan menggelar aksi penghijauan di Wana Wisata Pijar Park sebagai upaya menjaga kelestarian Pegunungan Muria. Penanaman bibit kehutanan dan buah-buahan dilakukan dengan semangat “Hutan Lestari Rakyat Mukti” demi manfaat lingkungan dan ekonomi yang berkelanjutan.
Kegiatan ini menjadi langkah nyata bahwa penghijauan bukan hanya menjaga hutan tetap hijau, tetapi juga menjaga masa depan masyarakat dan alam Indonesia.

Cek Juga Artikel Dari Platform jalanjalan-indonesia.com
