jelajahhijau.com Perum Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Tasikmalaya terus memperkuat langkah nyata dalam pelestarian lingkungan melalui program penghijauan berbasis kolaborasi. Salah satu bentuk konkret yang dilakukan adalah penyerahan bantuan bibit tanaman kepada Serikat Mahasiswa Rakyat Priangan Timur (SEMARAK). Kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen bersama dalam menjaga keberlanjutan ekosistem hutan serta mendukung rehabilitasi lahan di wilayah Priangan Timur.
Penghijauan tidak lagi dipandang sebagai agenda simbolis semata, melainkan sebagai gerakan jangka panjang yang membutuhkan sinergi multipihak. Melalui kerja sama antara Perhutani, komunitas pemuda, dan masyarakat, program ini diharapkan mampu meningkatkan tutupan vegetasi, menjaga fungsi ekologis kawasan, serta mendorong kesadaran lingkungan yang lebih luas.
Sinergi Perhutani dan Pemuda untuk Rehabilitasi Lahan
Kegiatan penyerahan bibit ini merupakan bagian dari agenda pembinaan hutan yang menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor. Perhutani melihat bahwa keterlibatan generasi muda menjadi elemen penting dalam upaya menjaga kelestarian hutan, terutama di tengah tantangan perubahan iklim dan tekanan terhadap kawasan hutan.
Sinergi seperti ini juga menjadi ruang edukasi sekaligus pemberdayaan. Mahasiswa dan komunitas pemuda tidak hanya berperan sebagai penerima bantuan, tetapi juga sebagai penggerak di lapangan yang mampu mengajak masyarakat untuk terlibat langsung dalam penghijauan.
Dengan pendekatan partisipatif, program rehabilitasi lahan tidak berhenti pada penanaman saja, melainkan berlanjut pada pemeliharaan, pemantauan, dan penguatan manfaat jangka panjang bagi lingkungan sekitar.
Bantuan Bibit Pinus, Suren, dan MPTS untuk Lokasi Konservasi
Dalam kegiatan ini, Perhutani menyalurkan sebanyak 50 batang bibit tanaman yang terdiri dari jenis pinus, suren, dan Multi Purpose Tree Species (MPTS). Bibit tersebut akan ditanam di lokasi yang telah disepakati bersama, dengan mempertimbangkan kesesuaian lahan serta kebutuhan konservasi.
Pemilihan jenis tanaman ini bukan tanpa alasan. Pinus dikenal memiliki peran penting dalam menjaga stabilitas lahan, terutama di wilayah yang rawan erosi. Tegakan pinus juga berfungsi sebagai penyangga ekosistem hutan lindung.
Sementara itu, suren merupakan tanaman kehutanan dengan nilai ekonomi jangka menengah. Kayunya dapat dimanfaatkan secara produktif tanpa mengabaikan prinsip kelestarian.
Adapun MPTS atau tanaman serbaguna diharapkan mampu memberikan nilai tambah bagi masyarakat melalui hasil non-kayu seperti buah, getah, atau manfaat ekonomi lainnya. Jenis tanaman ini sering digunakan dalam konsep agroforestry yang menggabungkan konservasi dan kesejahteraan masyarakat.
Penyerahan Bibit sebagai Langkah Strategis Pembinaan Hutan
Penyerahan bibit dilakukan oleh Kepala Sub Seksi Pembinaan Sumber Daya Hutan (SDH), Heny Setiowaty, yang mewakili manajemen Perhutani KPH Tasikmalaya. Bibit diserahkan kepada perwakilan SEMARAK untuk kemudian didistribusikan dan ditanam secara terkoordinasi di lapangan.
Dalam keterangannya, Heny menegaskan bahwa penghijauan harus dilakukan secara terencana dan tepat sasaran. Penanaman pohon bukan hanya soal menambah jumlah bibit di tanah, tetapi juga memastikan keberhasilan tumbuh tanaman tersebut.
Perhutani menekankan pentingnya pemeliharaan pascatanam agar manfaat ekologis maupun ekonominya dapat dirasakan secara optimal. Dengan kata lain, penghijauan harus disertai tanggung jawab jangka panjang, bukan hanya kegiatan seremonial.
Apresiasi SEMARAK terhadap Dukungan Perhutani
Pihak SEMARAK menyampaikan apresiasi atas dukungan Perhutani terhadap gerakan penghijauan yang digerakkan oleh generasi muda. Kolaborasi ini dianggap sebagai momentum penting dalam memperkuat peran komunitas dalam menjaga kelestarian hutan dan sumber daya air di Priangan Timur.
Ketua Umum SEMARAK, Muhamad Aldi M, menegaskan bahwa bibit yang diterima akan ditanam bersama masyarakat dengan pendekatan gotong royong. Mereka berkomitmen memastikan kegiatan ini berjalan berkelanjutan dan tidak berhenti pada simbol penanaman semata.
SEMARAK juga berencana melakukan pemeliharaan dan pemantauan pertumbuhan tanaman secara berkala agar hasil penghijauan benar-benar memberikan dampak nyata bagi lingkungan.
Dokumentasi dan Pelaporan untuk Akuntabilitas Program
Menariknya, kegiatan penanaman ini juga akan didukung dengan dokumentasi lapangan dan pelaporan berbasis titik koordinat. Langkah ini dilakukan sebagai bentuk akuntabilitas serta sarana edukasi lingkungan bagi anggota komunitas dan masyarakat sekitar.
Pendekatan berbasis data seperti ini menjadi bagian dari praktik penghijauan modern, di mana keberhasilan program dapat diukur dan dipantau secara transparan.
Dengan adanya pelaporan berkala, program penghijauan tidak hanya menjadi kegiatan sekali jalan, tetapi menjadi proses berkelanjutan yang dapat dievaluasi dan dikembangkan.
Komitmen Perhutani untuk Kemitraan Kehutanan Berkelanjutan
Melalui penyerahan bibit pinus, suren, dan MPTS ini, Perhutani KPH Tasikmalaya menegaskan komitmennya untuk terus mengakselerasi program kemitraan kehutanan yang adaptif, partisipatif, dan berkelanjutan.
Program seperti ini menjadi langkah strategis untuk menjaga keseimbangan fungsi ekologis kawasan hutan sekaligus memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat sekitar.
Kolaborasi antara Perhutani dan komunitas pemuda seperti SEMARAK menunjukkan bahwa pelestarian hutan adalah tanggung jawab bersama. Dengan semangat gotong royong, penghijauan dapat menjadi gerakan nyata untuk masa depan lingkungan yang lebih hijau dan lestari.

Cek Juga Artikel Dari Platform ngobrol.online
