Program Penghijauan sebagai Media Edukasi Lingkungan
Upaya menciptakan lingkungan sekolah yang bersih, sehat, dan edukatif terus dilakukan oleh berbagai pihak. Salah satunya melalui kegiatan penghijauan yang tidak hanya memperindah lingkungan, tetapi juga menjadi sarana pembelajaran karakter bagi siswa. Semangat inilah yang melatarbelakangi terselenggaranya Program Penghijauan Berbasis Vertikultur dan Penanaman Pohon Trembesi di SDN Bendungan pada Jumat, 12 September 2025.
Kegiatan ini merupakan hasil kolaborasi antara pihak sekolah dengan tim dosen dan mahasiswa Agroteknologi yang tergabung dalam Ikatan Mahasiswa Agroteknologi (IMAGROTEK) dari Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jawa Timur. Program ini menjadi bagian dari pengabdian kepada masyarakat sekaligus implementasi keilmuan di bidang pertanian berkelanjutan.
Kolaborasi Kampus dan Sekolah Dasar
Program penghijauan ini melibatkan seluruh siswa kelas 1 hingga kelas 6, didampingi oleh para guru SDN Bendungan. Pendekatan yang digunakan bersifat partisipatif, sehingga siswa tidak hanya menjadi peserta pasif, tetapi juga terlibat langsung dalam setiap tahapan kegiatan.
Sejak awal, tim pelaksana menekankan bahwa penghijauan bukan sekadar menanam tanaman, melainkan membangun kesadaran jangka panjang tentang pentingnya menjaga lingkungan. Kolaborasi antara perguruan tinggi dan sekolah dasar ini diharapkan dapat menjadi contoh sinergi pendidikan lintas jenjang.
Edukasi Lingkungan Sejak Dini
Kegiatan diawali dengan sesi penyampaian materi mengenai pentingnya penghijauan bagi lingkungan sekolah. Materi disampaikan secara interaktif dan disesuaikan dengan usia siswa, sehingga mudah dipahami dan menarik perhatian.
Siswa diperkenalkan pada fungsi tanaman dalam kehidupan sehari-hari, mulai dari perannya dalam menghasilkan oksigen, menyerap polusi udara, hingga menciptakan lingkungan yang nyaman dan sehat. Melalui pendekatan edukatif ini, siswa diajak untuk memahami bahwa tanaman bukan sekadar hiasan, melainkan bagian penting dari keberlanjutan lingkungan.
Vertikultur sebagai Solusi Kreatif
Salah satu kegiatan utama dalam program ini adalah pembuatan instalasi vertikultur menggunakan botol plastik bekas. Vertikultur dipilih karena sesuai dengan kondisi sekolah yang memiliki keterbatasan lahan, sekaligus mengajarkan konsep pemanfaatan ruang secara efisien.
Dengan bimbingan tim IMAGROTEK, siswa belajar:
- Memilah dan membersihkan botol plastik bekas
- Melubangi botol sebagai tempat tanam
- Menyusun botol secara vertikal
- Menanam tanaman krokot sebagai tanaman percontohan
Kegiatan ini tidak hanya melatih keterampilan motorik siswa, tetapi juga menumbuhkan kreativitas serta kesadaran akan pentingnya pengelolaan sampah plastik.
Pemanfaatan Limbah Plastik sebagai Media Tanam
Penggunaan botol plastik bekas sebagai media vertikultur menjadi pesan penting dalam kegiatan ini. Siswa diajak memahami bahwa limbah plastik yang sering dianggap tidak berguna ternyata dapat dimanfaatkan kembali secara kreatif dan ramah lingkungan.
Melalui praktik langsung, siswa belajar konsep reduce, reuse, dan recycle (3R) secara nyata. Harapannya, kebiasaan positif ini dapat diterapkan tidak hanya di sekolah, tetapi juga di lingkungan rumah dan masyarakat sekitar.
Penanaman Pohon Trembesi untuk Lingkungan Sejuk
Selain vertikultur, kegiatan dilanjutkan dengan penanaman pohon Trembesi (Samanea saman) di halaman sekolah. Pohon Trembesi dipilih karena memiliki pertumbuhan yang cepat, tajuk yang rindang, serta kemampuan menyerap karbon dioksida dalam jumlah besar.
Keberadaan pohon ini diharapkan dapat:
- Meningkatkan kualitas udara di lingkungan sekolah
- Memberikan keteduhan alami
- Menciptakan suasana belajar yang lebih nyaman
Penanaman pohon dilakukan secara simbolis dengan melibatkan perwakilan siswa dan guru, sebagai bentuk tanggung jawab bersama dalam merawat tanaman tersebut ke depannya.
Sekolah sebagai Ruang Belajar Berwawasan Lingkungan
Kepala SDN Bendungan menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan ini. Menurutnya, program penghijauan sejalan dengan visi sekolah dalam membangun pendidikan karakter dan kepedulian terhadap lingkungan sejak dini.
Lingkungan sekolah yang hijau tidak hanya berdampak pada kenyamanan belajar, tetapi juga membentuk sikap peduli dan bertanggung jawab pada diri siswa. Sekolah berharap kegiatan ini dapat menjadi awal dari berbagai inovasi lingkungan yang berkelanjutan.
Peran Mahasiswa dalam Pengabdian Masyarakat
Bagi mahasiswa Agroteknologi UPN Veteran Jawa Timur, kegiatan ini menjadi wadah penerapan ilmu di luar ruang kelas. Mahasiswa tidak hanya berbagi pengetahuan teknis, tetapi juga belajar berinteraksi, berkomunikasi, dan bekerja sama dengan masyarakat pendidikan dasar.
Pengalaman ini diharapkan mampu membentuk lulusan yang tidak hanya kompeten secara akademik, tetapi juga memiliki kepekaan sosial dan lingkungan.
Mendukung Pembangunan Berkelanjutan
Program penghijauan di SDN Bendungan turut mendukung agenda pembangunan berkelanjutan, khususnya dalam aspek pendidikan dan lingkungan. Melalui kegiatan sederhana namun bermakna, siswa dikenalkan pada nilai-nilai keberlanjutan yang relevan dengan tantangan masa depan.
Dengan keterlibatan berbagai pihak, mulai dari sekolah, mahasiswa, hingga dosen, program ini menunjukkan bahwa upaya menjaga lingkungan dapat dimulai dari skala kecil namun berdampak besar.
Kesimpulan
Program Penghijauan Berbasis Vertikultur dan Penanaman Pohon Trembesi di SDN Bendungan menjadi contoh nyata kolaborasi antara dunia pendidikan dasar dan perguruan tinggi. Kegiatan ini tidak hanya memperindah lingkungan sekolah, tetapi juga menjadi sarana edukasi lingkungan yang efektif dan menyenangkan bagi siswa.
Melalui pendekatan praktik langsung, siswa belajar tentang pentingnya tanaman, pengelolaan limbah, dan tanggung jawab menjaga lingkungan. Diharapkan, kegiatan ini dapat berkelanjutan dan menginspirasi sekolah lain untuk mengembangkan program serupa demi terciptanya sekolah yang berwawasan hijau dan berkelanjutan.
Baca Juga : Pertambangan Berkelanjutan untuk Peradaban Hijau
Cek Juga Artikel Dari Platform : outfit

