jelajahhijau – Keresahan masyarakat di Kabupaten Dairi, Sumatera Utara, semakin memuncak seiring dengan tuntutan mereka kepada Menteri Lingkungan Hidup (LH) untuk segera membatalkan izin operasional pertambangan seng (zinc) di wilayah tersebut. Aksi ini merupakan bentuk pertahanan warga terhadap ruang hidup yang dinilai terancam oleh aktivitas industri skala besar.
Risiko Bencana di Zona Rawan Gempa
Salah satu poin utama yang menjadi dasar penolakan warga adalah letak geografis lokasi tambang yang berada di zona merah rawan gempa. Masyarakat khawatir bahwa pembangunan bendungan limbah atau tailing dam di struktur tanah yang tidak stabil dapat memicu bencana besar bagi desa-desa di bawahnya jika terjadi kegagalan infrastruktur.
Ancaman terhadap Sumber Air dan Pertanian
Dairi merupakan wilayah yang sangat bergantung pada sektor pertanian, terutama komoditas kopi dan durian. Keberadaan tambang dikhawatirkan akan:
- Mencemari Mata Air: Limbah tambang berisiko merembes ke aliran sungai yang selama ini digunakan warga untuk kebutuhan domestik dan irigasi.
- Merusak Kesuburan Tanah: Polusi debu dan zat kimia dari proses ekstraksi dapat menurunkan kualitas hasil panen para petani lokal.
- Hilangnya Hutan Lindung: Pembukaan lahan tambang berpotensi mengurangi fungsi hutan sebagai penyerap air dan pelindung dari erosi.
Desakan Evaluasi Transparan
Masyarakat bersama organisasi pendamping meminta Kementerian Lingkungan Hidup untuk melakukan tinjauan ulang secara menyeluruh dan transparan terhadap dokumen dampak lingkungan perusahaan. Mereka menegaskan bahwa perlindungan nyawa manusia dan kelestarian ekosistem harus berada di atas kepentingan ekonomi sesaat.
Kesimpulan
Perjuangan warga Dairi mencerminkan pentingnya keseimbangan antara investasi dan keselamatan rakyat. Kini, bola panas berada di tangan pemerintah untuk memutuskan apakah izin tersebut akan dilanjutkan atau dicabut demi menjaga masa depan lingkungan di Sumatera Utara.
Apakah Anda ingin menambahkan detail tambahan mengenai jumlah warga yang terlibat dalam aksi atau kutipan langsung dari perwakilan masyarakat?

