jelajahhijau.com Krisis biodiversitas yang semakin mengkhawatirkan membuat banyak pihak terpanggil untuk bertindak. Salah satunya adalah Yayasan Hijau Daun Mandiri, sebuah organisasi lingkungan yang berbasis di Kelurahan Bujel, Kecamatan Mojoroto, Kediri. Yayasan ini terus berupaya mengajak anak muda untuk turun tangan langsung dalam pelestarian lingkungan. Mulai dari konservasi hutan kritis, perawatan sungai, hingga edukasi mengenai tanaman endemik wilayah Kediri.
Upaya tersebut bukan sekadar kegiatan seremonial. Yayasan Hijau Daun Mandiri mengembangkan program yang menekankan pentingnya tindakan nyata di lapangan. Hal inilah yang membuat anak muda Kediri semakin antusias terlibat dan merasa bahwa aksi mereka benar-benar membawa dampak positif bagi daerahnya.
Gerakan Konservasi Hutan Kritis Sebagai Fokus Utama
Salah satu permasalahan terbesar di Kediri adalah berkurangnya kawasan hijau akibat kerusakan hutan. Banyak lahan yang dulunya menjadi daerah resapan kini berubah fungsi sehingga menyebabkan longsor, kekeringan, hingga terganggunya kehidupan satwa liar. Yayasan Hijau Daun Mandiri menilai bahwa penyelamatan hutan tidak bisa ditunda lagi.
Anak muda dilibatkan dalam proses rehabilitasi hutan melalui kegiatan penanaman pohon, identifikasi kawasan rawan, serta monitoring pertumbuhan tanaman. Mereka diajarkan cara memilih bibit yang tepat, teknik menanam yang benar, hingga langkah pemeliharaan jangka panjang agar tanaman dapat bertahan.
Gerakan ini tidak hanya bertujuan menghijaukan kembali lahan-lahan kritis, tetapi juga menumbuhkan rasa memiliki bagi generasi muda terhadap alam. Dengan terjun langsung, mereka belajar bahwa menjaga hutan adalah investasi jangka panjang bagi keberlanjutan lingkungan.
Perawatan Sungai untuk Mengatasi Krisis Air
Selain masalah hutan, wilayah Kediri juga memiliki tantangan berupa menurunnya kualitas air sungai akibat sampah dan sedimentasi. Yayasan Hijau Daun Mandiri menjawab masalah ini dengan melibatkan para relawan muda dalam kegiatan river care yang dilakukan secara rutin.
Anak muda diajak melakukan pembersihan sampah, pemetaan titik rawan pencemaran, serta mengedukasi warga sekitar mengenai pentingnya menjaga kebersihan sungai. Kegiatan ini sering dilakukan sambil mengumpulkan data kondisi air sebagai bagian dari riset komunitas.
Melalui kegiatan tersebut, mereka memahami bahwa sungai adalah urat nadi kehidupan. Jika sungai rusak, dampaknya bisa merembet ke pertanian, kesehatan, hingga kebutuhan air bersih masyarakat. Kesadaran ini membuat gerakan pelestarian sungai semakin kuat dan berkelanjutan.
Edukasi Tanaman Endemik sebagai Upaya Menjaga Keanekaragaman Hayati
Kediri memiliki sejumlah tanaman endemik yang mulai terancam keberadaannya. Banyak generasi muda bahkan tidak mengenal jenis-jenis tanaman lokal yang memiliki nilai ekologis dan kultural tinggi. Yayasan Hijau Daun Mandiri berupaya menghidupkan kembali pengetahuan tersebut melalui program edukasi.
Mereka mengadakan kelas belajar, tur botani, hingga workshop yang memperkenalkan tanaman endemik kepada anak muda. Tidak hanya belajar teori, peserta juga diajak mengunjungi lokasi tanaman endemik, mempelajari karakteristiknya, dan memahami mengapa tanaman tersebut penting dalam ekosistem lokal.
Melalui kegiatan ini, generasi muda diajak lebih dekat dengan alam dan memaknai kekayaan hayati Kediri sebagai identitas daerah yang patut dijaga.
Kolaborasi dengan Komunitas dan Pemerintah Daerah
Keberhasilan gerakan lingkungan memerlukan kerja sama dari berbagai pihak. Yayasan Hijau Daun Mandiri menyadari hal itu dan aktif menjalin kolaborasi dengan komunitas lain, kelompok pecinta alam, sekolah, hingga pemerintah daerah.
Melalui sinergi tersebut, mereka mendapat akses yang lebih luas untuk menghijaukan kawasan tertentu, melakukan edukasi di sekolah-sekolah, serta memperkuat program kampanye lingkungan. Pemerintah daerah pun memberikan dukungan berupa penyediaan bibit, bantuan teknis, dan fasilitasi ruang diskusi.
Kolaborasi ini membuktikan bahwa gerakan lingkungan akan berjalan lebih kuat jika dilakukan bersama. Anak muda pun menjadi lebih bersemangat karena merasa didukung oleh berbagai pihak.
Anak Muda sebagai Penggerak Masa Depan
Yayasan Hijau Daun Mandiri yakin bahwa masa depan lingkungan bergantung pada generasi muda. Mereka adalah kelompok yang memiliki energi besar, kreativitas tinggi, dan semangat untuk melakukan perubahan. Dengan memberi ruang kepada anak muda untuk memimpin aksi lingkungan, yayasan ini berharap muncul generasi baru yang peduli pada keberlanjutan.
Banyak relawan muda yang mengaku terinspirasi setelah mengikuti program yayasan. Mereka bukan hanya menanam pohon, tetapi juga mempelajari konsep ekologi, memahami cara menjaga biodiversitas, dan mendapatkan keterampilan dalam manajemen lingkungan. Beberapa di antara mereka bahkan mulai memimpin gerakan kecil di lingkungan masing-masing.
Inilah yang membuat program Yayasan Hijau Daun Mandiri tidak hanya berdampak secara ekologis, tetapi juga secara sosial.
Lingkungan Terjaga, Komunitas Kuat
Gerakan pelestarian lingkungan yang dilakukan yayasan membawa dampak positif berlapis. Ruang hijau yang bertambah, sungai yang lebih bersih, dan meningkatnya pengetahuan tentang tanaman endemik membuat lingkungan menjadi lebih sehat. Selain itu, komunitas anak muda di Kediri semakin kuat, solid, dan memiliki tujuan bersama.
Lingkungan yang terjaga menciptakan kualitas hidup yang lebih baik bagi masyarakat. Sementara komunitas yang kuat menciptakan harapan bahwa upaya pelestarian ini bisa berlanjut hingga generasi berikutnya.
Kesimpulan
Yayasan Hijau Daun Mandiri menjadi motor penggerak penting dalam upaya penyelamatan lingkungan di Kediri. Dengan mengajak anak muda untuk terlibat langsung dalam konservasi hutan, perawatan sungai, serta edukasi tanaman endemik, yayasan ini berhasil menumbuhkan kesadaran baru mengenai pentingnya menjaga biodiversitas.
Melalui pendekatan yang kolaboratif dan berbasis aksi nyata, gerakan ini tidak hanya memperbaiki lingkungan, tetapi juga membangun karakter generasi muda yang peduli dan bertanggung jawab. Kediri pun semakin dekat menuju masa depan yang lebih hijau dan berkelanjutan.

Cek Juga Artikel Dari Platform pontianaknews.web.id
