Komitmen Pemulihan Lingkungan di Kabupaten Sumbawa
Pemerintah Kabupaten Sumbawa terus menunjukkan komitmen serius dalam menjaga kelestarian lingkungan melalui pelaksanaan program penghijauan hutan dan lahan kritis. Program ini menjadi langkah strategis untuk memulihkan kondisi ekologis daerah yang dalam beberapa tahun terakhir mengalami degradasi akibat perubahan iklim, alih fungsi lahan, serta aktivitas manusia yang tidak terkendali.
Langkah konkret tersebut mendapatkan apresiasi langsung dari Anggota DPRD Sumbawa, H. Jabir, S.Pd, yang menilai kebijakan ini sebagai bentuk kepemimpinan visioner dan berpihak pada keberlanjutan lingkungan hidup. Menurutnya, upaya penghijauan bukan sekadar program seremonial, melainkan investasi jangka panjang bagi masa depan Sumbawa.
DPRD Nilai Penghijauan Sebagai Langkah Strategis
Dalam kegiatan penanaman pohon yang digelar di Arena Pacuan Kuda Moyo Hilir, H. Jabir menyampaikan dukungannya terhadap program yang diinisiasi oleh Bupati Sumbawa. Ia menegaskan bahwa kondisi hutan dan lahan kritis di sejumlah wilayah sudah memerlukan penanganan serius dan berkelanjutan.
Menurut Jabir, langkah penghijauan sangat relevan dengan tantangan lingkungan saat ini, mulai dari ancaman banjir, kekeringan, menurunnya kualitas tanah, hingga berkurangnya daya dukung lingkungan. Dengan penanaman pohon secara masif dan terencana, pemerintah daerah dinilai sedang menyiapkan solusi jangka panjang untuk mencegah bencana ekologis di masa mendatang.
Ia juga berharap agar program ini tidak berhenti pada tahap awal, melainkan dapat diperluas ke seluruh kecamatan dengan melibatkan masyarakat secara aktif.
Empat Lokasi Prioritas Tahap Awal
Program penghijauan tahap pertama dilaksanakan secara serentak di empat lokasi strategis, yakni:
- Area Bendungan Beringin Sila
- Arena Pacuan Kuda Moyo Hilir
- Bara Batu Kapasari
- Bendungan Selante
Pemilihan lokasi tersebut didasarkan pada tingkat kerusakan lahan serta fungsi strategis wilayah sebagai daerah resapan air dan penyangga ekosistem. Bendungan dan daerah aliran sungai menjadi prioritas karena memiliki peran vital dalam menjaga ketersediaan air bagi pertanian dan kebutuhan masyarakat.
Melalui penanaman pohon di kawasan tersebut, diharapkan terjadi peningkatan kualitas lingkungan, penguatan struktur tanah, serta penurunan risiko erosi dan sedimentasi.
Penghijauan Sebagai Investasi Jangka Panjang
Program penghijauan ini tidak hanya berorientasi pada aspek estetika, tetapi juga memiliki nilai ekologis dan ekonomi jangka panjang. Pohon-pohon yang ditanam diharapkan mampu menyerap karbon, memperbaiki kualitas udara, serta menciptakan iklim mikro yang lebih sejuk.
Dalam jangka panjang, keberhasilan penghijauan juga berpotensi meningkatkan produktivitas pertanian, menjaga ketersediaan air tanah, serta membuka peluang ekonomi berbasis lingkungan seperti ekowisata dan hasil hutan bukan kayu.
DPRD Sumbawa memandang bahwa keberhasilan program ini sangat bergantung pada keberlanjutan perawatan dan pengawasan. Oleh karena itu, kolaborasi antara pemerintah daerah, masyarakat, serta sektor swasta dinilai sangat penting.
Peran Masyarakat dalam Menjaga Kelestarian
Selain peran pemerintah, H. Jabir menekankan pentingnya keterlibatan masyarakat dalam menjaga dan merawat tanaman yang telah ditanam. Menurutnya, kesadaran kolektif menjadi kunci agar pohon-pohon tersebut dapat tumbuh optimal dan memberikan manfaat maksimal.
Edukasi lingkungan kepada masyarakat, khususnya generasi muda, juga dinilai penting agar program penghijauan menjadi bagian dari budaya dan gaya hidup. Dengan demikian, upaya menjaga lingkungan tidak hanya bergantung pada kebijakan pemerintah, tetapi juga tumbuh dari kesadaran warga.
Harapan DPRD untuk Penghijauan Berkelanjutan
Sebagai wakil rakyat, DPRD Sumbawa berharap program penghijauan dapat menjadi agenda rutin pemerintah daerah dengan perencanaan yang matang dan berbasis data. Penggunaan jenis tanaman yang sesuai dengan karakter tanah dan iklim lokal juga menjadi faktor penting dalam menentukan keberhasilan program.
Selain itu, pengawasan dan evaluasi berkala perlu dilakukan agar setiap tahap penanaman memberikan hasil nyata. DPRD juga mendorong agar program ini terintegrasi dengan kebijakan pembangunan daerah lainnya, termasuk tata ruang dan pengelolaan sumber daya alam.
Menjaga Masa Depan Sumbawa yang Hijau
Program penghijauan yang digagas Bupati Sumbawa dan mendapat dukungan DPRD ini menjadi sinyal positif bagi masa depan lingkungan di Sumbawa. Dengan langkah awal yang konsisten dan dukungan lintas sektor, diharapkan Sumbawa dapat kembali hijau, sehat, dan berkelanjutan.
Apresiasi dari DPRD menunjukkan bahwa kebijakan lingkungan memiliki tempat penting dalam agenda pembangunan daerah. Jika program ini terus diperkuat dan diperluas, bukan tidak mungkin Sumbawa akan menjadi contoh daerah yang berhasil menyeimbangkan pembangunan dan pelestarian lingkungan.
Baca Juga : Kolong Tol Disulap Jadi Kebun Kota, Urban Farming Becakayu Tumbuhkan Harapan Baru
Jangan Lewatkan Info Penting Dari : ngobrol

