Komitmen Lingkungan di Usia ke-68 Pertamina
Memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-68, PT Pertamina menegaskan kembali komitmennya terhadap pelestarian lingkungan dengan menggelar program penghijauan berskala besar di berbagai wilayah Indonesia. Melalui Pertamina Foundation, perusahaan energi milik negara ini melakukan penanaman ratusan ribu pohon di lahan seluas ratusan hektare sebagai langkah konkret menghadapi krisis lingkungan dan perubahan iklim.
Program penghijauan ini tidak hanya menjadi simbol perayaan ulang tahun, tetapi juga wujud tanggung jawab jangka panjang Pertamina dalam menjaga keseimbangan ekosistem, mengurangi emisi karbon, serta memperkuat ketahanan lingkungan di wilayah rawan bencana.
Kolaborasi Strategis dengan Perguruan Tinggi
Dalam pelaksanaannya, Pertamina Foundation menggandeng tiga perguruan tinggi ternama di Indonesia, yakni Universitas Diponegoro, Institut Teknologi Bandung, dan Universitas Gadjah Mada. Kolaborasi ini menjadi model sinergi antara dunia industri, akademisi, dan masyarakat dalam mengelola lingkungan secara berkelanjutan.
Komisaris Independen Pertamina, Condro Kirono, menegaskan bahwa kerja sama lintas sektor ini penting untuk memastikan penghijauan tidak berhenti pada seremoni penanaman semata, melainkan berlanjut pada perawatan, pemantauan, dan pemanfaatan jangka panjang.
Fokus Pemulihan Hulu Daerah Aliran Sungai
Salah satu fokus utama program ini adalah pemulihan ekosistem hulu daerah aliran sungai (DAS), yang selama ini menjadi titik krusial dalam pengendalian banjir dan longsor. Bersama Undip dan ITB, Pertamina Foundation melakukan penghijauan di kawasan hulu DAS Babon dan DAS Citarum, dua wilayah yang memiliki peran vital bagi ekosistem dan kehidupan masyarakat di daerah hilir.
Di kawasan KHDTK Wanadipa Undip, Ungaran Timur, Jawa Tengah, sebanyak 48.000 pohon ditanam di lahan seluas 48 hektare. Penanaman ini diharapkan mampu meningkatkan daya serap air tanah dan menekan risiko banjir di wilayah hilir DAS Babon.
Sementara itu, di kawasan KHDTK Gunung Geulis ITB, Sumedang, Jawa Barat, Pertamina Foundation menanam 81.552 pohon di area seluas 57,51 hektare sebagai bagian dari konservasi hulu DAS Citarum. Jenis tanaman yang ditanam mencakup puspa, rasamala, durian, alpukat, kopi, hingga kakao.
Rehabilitasi Kawasan Karst Gunungkidul
Tak hanya di Jawa Tengah dan Jawa Barat, program penghijauan juga diperluas ke wilayah karst Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta. Bekerja sama dengan UGM, Pertamina Foundation menanam sekitar 300.000 pohon di lahan seluas 534 hektare yang tersebar di lima wilayah bagian daerah hutan (BDH), yaitu Paliyan, Karangmojo, Panggang, Playen, serta Kulonprogo–Bantul.
Kawasan karst dikenal memiliki karakter tanah yang rentan dan daya simpan air yang rendah. Oleh karena itu, rehabilitasi vegetasi di wilayah ini dinilai sangat strategis untuk menjaga keseimbangan hidrologi dan mendukung keberlanjutan lingkungan hidup masyarakat sekitar.
Pendekatan Agroforestry Berbasis Masyarakat
Berbeda dari program penghijauan konvensional, Pertamina Foundation menerapkan pendekatan multistory agroforestry. Pendekatan ini mengombinasikan fungsi ekologis dan ekonomis melalui penanaman berbagai jenis tanaman kehutanan dan tanaman produktif secara bertingkat.
President Director Pertamina Foundation, Agus Mashud S. Asngari, menjelaskan bahwa konsep ini dirancang agar hutan tidak hanya pulih secara ekologis, tetapi juga memberikan manfaat ekonomi nyata bagi kelompok tani hutan dan kelompok wanita tani di sekitar kawasan.
Dengan pendekatan ini, masyarakat tidak hanya berperan sebagai penerima manfaat, tetapi juga sebagai penjaga keberlanjutan hutan. Pohon-pohon yang ditanam diharapkan menjadi sumber penghidupan sekaligus penopang ekosistem dalam jangka panjang.
Menjawab Tantangan Bencana dan Perubahan Iklim
Di tengah meningkatnya frekuensi bencana alam seperti banjir dan tanah longsor, program penghijauan ini menjadi semakin relevan. Pertamina menilai bahwa pemulihan hutan dan lahan kritis adalah salah satu solusi paling mendasar untuk meningkatkan daya dukung lingkungan terhadap perubahan iklim.
Condro Kirono menekankan bahwa pohon-pohon yang ditanam hari ini merupakan “titipan” bagi generasi mendatang. Oleh karena itu, keberlanjutan program ini sangat bergantung pada kolaborasi semua pihak, mulai dari pemerintah, akademisi, masyarakat, hingga sektor swasta.
Warisan Hijau untuk Generasi Mendatang
Melalui peringatan HUT ke-68 ini, Pertamina ingin meninggalkan warisan yang lebih dari sekadar pencapaian bisnis. Program penghijauan ratusan hektare menjadi simbol komitmen jangka panjang perusahaan dalam menjaga bumi dan mendukung pembangunan berkelanjutan.
Sinergi antara Pertamina Foundation, perguruan tinggi, dan masyarakat diharapkan menjadi contoh praktik baik dalam rehabilitasi lingkungan di Indonesia. Dengan perencanaan yang terukur dan pendekatan berbasis komunitas, setiap pohon yang ditanam bukan hanya memperluas tutupan hijau, tetapi juga memperkuat masa depan lingkungan dan kesejahteraan masyarakat.
Jika Anda ingin versi lebih SEO Discover, lebih naratif, atau difokuskan ke angle lingkungan vs bencana, saya bisa sesuaikan lagi.
Baca Juga : Apresiasi DPRD Sumbawa atas Program Penghijauan Bupati
Jangan Lewatkan Info Penting Dari : olahraga

