Pemerintah melalui Kementerian Kehutanan Republik Indonesia bersama Provinsi Papua Pegunungan menggelar workshop penyusunan Rencana Kerja (Renja) subnasional Indonesia’s FOLU Net Sink 2030.
Kegiatan ini menjadi tonggak penting dalam menyelaraskan komitmen nasional terhadap agenda perubahan iklim dengan implementasi di tingkat daerah.
🌍 Komitmen Indonesia terhadap Perubahan Iklim
Program FOLU Net Sink 2030 merupakan bagian dari komitmen Indonesia setelah meratifikasi Paris Agreement.
Indonesia menargetkan penurunan emisi gas rumah kaca sebesar 29 persen secara mandiri dan hingga 41 persen dengan dukungan internasional pada tahun 2030.
🌲 Potensi Besar Papua Pegunungan
Papua Pegunungan memiliki kawasan hutan yang luas dan relatif terjaga, menjadikannya wilayah strategis dalam mendukung target penurunan emisi nasional.
Dengan kebijakan yang tepat dan kolaborasi multipihak, daerah ini dinilai mampu memberikan kontribusi signifikan terhadap program tersebut.
🔍 Fokus pada Isu Strategis Daerah
Workshop ini membahas berbagai isu penting seperti penguatan kelembagaan KPH, pengendalian kebakaran hutan, hingga rehabilitasi lahan kritis.
Selain itu, pengembangan hasil hutan bukan kayu serta peningkatan kapasitas masyarakat juga menjadi perhatian utama.
🤝 Kolaborasi Multi Pihak
Kegiatan ini melibatkan berbagai pihak, mulai dari pemerintah daerah, akademisi, hingga masyarakat adat.
Kolaborasi ini dinilai penting untuk memastikan program berjalan efektif dan berkelanjutan.
✅ Menuju Masa Depan Berkelanjutan
Melalui penyusunan rencana kerja ini, Papua Pegunungan diharapkan mampu memperkuat kontribusinya dalam menjaga kelestarian hutan sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Upaya ini menjadi bagian penting dalam perjalanan Indonesia menuju target FOLU Net Sink 2030.
Baca Juga : Telkom Gencar Tanam Pohon Demi Jaga Lingkungan
Cek Juga Artikel Dari Platform : carimobilindonesia

