Skip to content
JELAJAH HIJAU
Menu
  • Home
Menu

Pemkab Kepulauan Seribu Tanam Mangrove Jaga Pesisir

Posted on January 14, 2026January 14, 2026 by admin

Pemerintah Kabupaten Kepulauan Seribu kembali menunjukkan komitmennya dalam menjaga keberlangsungan lingkungan pesisir dengan melakukan penanaman 1.000 batang mangrove di kawasan Jembatan Pengantin, Kelurahan Pulau Untung Jawa, Kecamatan Kepulauan Seribu Selatan. Kegiatan yang dilakukan pada Selasa sore tersebut menjadi bagian dari strategi jangka panjang pemerintah daerah dalam melindungi pulau-pulau kecil dari ancaman abrasi, cuaca ekstrem, serta dampak perubahan iklim yang kian nyata dirasakan masyarakat pesisir.

Bupati Kepulauan Seribu, Fadjar Churniawan, menegaskan bahwa penanaman mangrove bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan wujud nyata komitmen pemerintah daerah dalam menjaga keseimbangan ekosistem laut dan pesisir. Menurutnya, kawasan Kepulauan Seribu memiliki karakter geografis yang rentan karena sebagian besar wilayahnya berupa pulau kecil dengan garis pantai terbuka yang langsung berhadapan dengan laut lepas.

“Penanaman mangrove ini merupakan langkah konkret untuk menjaga keberlangsungan pulau-pulau kecil dari ancaman abrasi dan dampak cuaca ekstrem. Mangrove adalah benteng alami yang sangat efektif,” ujar Fadjar.

Mangrove sebagai Benteng Alami Pesisir

Mangrove dikenal sebagai salah satu ekosistem pesisir paling penting di dunia. Akar-akar mangrove yang rapat mampu meredam energi gelombang, menahan sedimentasi, serta mencegah pengikisan garis pantai. Di wilayah seperti Pulau Untung Jawa yang memiliki luas sekitar 40,1 hektare, keberadaan mangrove menjadi sangat krusial untuk melindungi permukiman warga yang berada dekat dengan bibir pantai.

Fadjar menjelaskan, saat terjadi angin kencang dan gelombang tinggi, mangrove berfungsi sebagai penahan awal sebelum air laut mencapai kawasan permukiman. Dengan demikian, risiko banjir rob, abrasi, hingga kerusakan infrastruktur dapat diminimalkan. Dalam konteks perubahan iklim yang memicu cuaca ekstrem lebih sering, peran mangrove menjadi semakin strategis.

Program Berkelanjutan, Bukan Sekadar 1.000 Bibit

Penanaman 1.000 bibit mangrove di Pulau Untung Jawa hanyalah langkah awal. Pemerintah Kabupaten Kepulauan Seribu telah menyiapkan program yang lebih besar dan berkelanjutan. Melalui Suku Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan, dan Pertanian (KPKP), hampir 50.000 bibit mangrove telah disiapkan untuk ditanam secara bertahap di seluruh wilayah Kepulauan Seribu.

Program ini dirancang tidak hanya untuk memperluas tutupan mangrove, tetapi juga memastikan keberlanjutan ekosistem pesisir dalam jangka panjang. Penanaman dilakukan secara bertahap dengan mempertimbangkan kondisi lokasi, jenis mangrove yang sesuai, serta keterlibatan masyarakat setempat dalam perawatan.

“Ke depan, penanaman mangrove akan dilakukan secara masif dan berkelanjutan. Ini sejalan dengan arahan Gubernur DKI Jakarta agar perlindungan alami pesisir diperkuat melalui penghijauan,” kata Fadjar.

Manfaat Ekologis dan Ekonomis Mangrove

Selain berfungsi sebagai pelindung pantai, mangrove juga memiliki nilai ekologis yang tinggi. Hutan mangrove menjadi habitat bagi berbagai biota laut seperti ikan, kepiting, udang, dan moluska yang memanfaatkan akar mangrove sebagai tempat berlindung dan berkembang biak. Keberadaan mangrove juga mendukung populasi burung, termasuk burung migran yang menjadikan kawasan pesisir sebagai tempat singgah.

Manfaat tersebut tidak hanya berdampak pada keseimbangan ekosistem, tetapi juga pada ekonomi masyarakat. Dengan ekosistem laut yang sehat, hasil tangkapan nelayan dapat lebih stabil. Selain itu, kawasan mangrove juga berpotensi dikembangkan sebagai destinasi wisata edukasi dan ekowisata yang bernilai ekonomi sekaligus ramah lingkungan.

Pulau Untung Jawa sendiri dikenal sebagai salah satu destinasi wisata unggulan di Kepulauan Seribu. Keberadaan mangrove yang terawat dapat menambah daya tarik wisata sekaligus menjadi sarana edukasi lingkungan bagi wisatawan dan generasi muda.

Antisipasi Risiko Lingkungan Lainnya

Selain penanaman mangrove, Pemkab Kepulauan Seribu juga melakukan langkah-langkah antisipatif lain untuk mengurangi risiko bencana lingkungan. Salah satunya adalah penopingan atau pemangkasan pohon-pohon besar yang dinilai rawan tumbang, terutama di wilayah permukiman padat penduduk.

Langkah ini dilakukan sebagai bagian dari upaya mitigasi risiko, mengingat angin kencang sering melanda kawasan pesisir. Dengan melakukan pemangkasan secara berkala, potensi pohon tumbang yang dapat membahayakan warga dapat diminimalkan.

Tak hanya itu, pemerintah daerah juga menggalakkan penanaman pohon sukun sebagai tanaman endemik khas Kepulauan Seribu. Pohon sukun dipilih karena relatif tahan terhadap kondisi pesisir dan memiliki nilai ekonomi bagi masyarakat. Penanaman dilakukan di lokasi yang aman dari ancaman rob agar tanaman dapat tumbuh optimal.

Libatkan Warga dan Generasi Muda

Salah satu aspek penting dari program penanaman mangrove ini adalah keterlibatan masyarakat. Pemerintah tidak hanya menanam, tetapi juga mengajak warga setempat dan anak-anak sekolah untuk turut serta merawat tanaman yang telah ditanam. Pendekatan partisipatif ini dinilai penting agar masyarakat memiliki rasa memiliki dan tanggung jawab terhadap lingkungan sekitar.

“Kami ingin masyarakat dan anak-anak sekolah terlibat langsung. Dengan begitu, kesadaran lingkungan dapat tumbuh sejak dini dan keberlanjutan program bisa terjaga,” ujar Fadjar.

Keterlibatan warga juga memperkuat ikatan sosial dan membangun kesadaran kolektif bahwa menjaga lingkungan pesisir bukan hanya tugas pemerintah, melainkan tanggung jawab bersama.

Dukungan Masyarakat Setempat

Dukungan terhadap program penanaman mangrove ini juga datang dari masyarakat Pulau Untung Jawa. Ketua RW 03, Kelurahan Pulau Untung Jawa, Basri (64), menyatakan bahwa wilayah sisi timur pulau hingga kini belum memiliki penahan ombak yang memadai. Oleh karena itu, mangrove sangat dibutuhkan sebagai pelindung alami.

“Kami sangat mendukung kegiatan ini. Harapannya, mangrove yang ditanam bisa menjadi penahan ombak alami dan melindungi permukiman warga dari abrasi,” kata Basri.

Menurutnya, warga setempat merasakan langsung dampak abrasi dan gelombang tinggi, terutama saat musim angin. Dengan adanya mangrove, masyarakat berharap risiko tersebut dapat berkurang secara signifikan.

Investasi Lingkungan untuk Masa Depan

Penanaman mangrove di Kepulauan Seribu pada dasarnya merupakan investasi jangka panjang bagi keberlanjutan lingkungan dan kesejahteraan masyarakat. Mangrove membutuhkan waktu untuk tumbuh dan berfungsi optimal, namun manfaatnya akan dirasakan dalam jangka panjang, baik dari sisi perlindungan pesisir, keanekaragaman hayati, maupun ekonomi.

Di tengah tantangan perubahan iklim dan meningkatnya ancaman terhadap wilayah pesisir, langkah Pemkab Kepulauan Seribu ini menjadi contoh konkret bagaimana pemerintah daerah dapat berperan aktif dalam mitigasi dan adaptasi lingkungan. Dengan dukungan masyarakat dan program yang berkelanjutan, mangrove diharapkan dapat menjadi penjaga alami pulau-pulau kecil, memastikan ekosistem pesisir tetap lestari untuk generasi mendatang.

Baca Juga : Pembongkaran Tiang Monorel Tepat Ruang Kota Harus Dipulihkan

Cek Juga Artikel Dari Platform : radarbandung

Recent Posts

  • Bhabinkamtibmas Rawa Jitu Cek Tanaman Warga
  • 14 Taman dan Hutan Kota Tulungagung Butuh Pembenahan
  • 30 Tempat Wisata Seru Sekitar Jakarta untuk Libur Panjang
  • Green Tourism Dorong Wisatawan dan Ekonomi Daerah
  • Wamendikdasmen Dorong Generasi Kalteng Sadar Ekologis

PARTNER

suarairama pestanada beritabandar rumahjurnal podiumnews dailyinfo wikiberita zonamusiktop musicpromote bengkelpintar liburanyuk jelajahhijau carimobilindonesia jalanjalan-indonesia otomotifmotorindo ngobrol olahraga mabar dapurkuliner radarbandung radarjawa medianews infowarkop kalbarnewsr ketapangnewsr beritabumir kabarsantai outfit faktagosip beritagram lagupopuler seputardigital updatecepat marihidupsehat baliutama hotviralnews cctvjalanan beritajalan beritapembangunan pontianaknews monitorberita koronovirus museros iklanjualbeli festajunina capoeiravadiacao georgegordonfirstnation 1reservoir revisednews petanimal footballinfo london-bridges sultaniyya phdibanten beritabmkg beritakejagung beritasatu gilabola

Membedah Kompleksitas Arsitektur Permainan Digital dalam Menciptakan Pola Probabilitas Konsisten Strategi Membaca Sinkronisasi Frekuensi Mahjong Wins Melalui Analisis Statistik Permainan Modern Peran Algoritma terhadap Stabilitas Volatilitas pada Ekosistem Game Daring Terkini di Indonesia Mekanisme Tersembunyi Pada Infrastruktur Real-Time dalam Menentukan Probabilitas Visual Pemain Pola Dan Kalkulasi Rtp Terbaru Kasino Daring Jadi Perbincangan Dunia Digital Analisis Komparatif Perilaku Pengguna dalam Menghadapi Fluktuasi Sinkronisasi Frekuensi Sistem Digital Modern Dampak Signifikan Evaluasi Volatilitas terhadap Perubahan Kebiasaan Pemain Game Daring Saat Ini Fenomena Masa Depan Ekosistem Gaming Ketika Analisa Data Mulai Mengendalikan Keputusan Strategis Bermain Kajian Mendalam Mengenai Evaluasi Volatilitas Modern Sebagai Indikator Utama Transisi Momentum Permainan Memahami Dinamika Aktivitas Pemain Melalui Pendekatan Probabilitas Transisi Strategi Permainan Adaptif Analisis Pengambilan Keputusan Rasional dalam Permaian Digital Menjadi Indikator Sistem Optimal Evolusi Mekanisme Permainan Melalui Optimalisasi Struktur Baru Dunia Game Digital Modern Pendekatan Dinamis Pola Aktivitas Pengguna dalam Menjaga Keseimbangan Algoritma RTP Permainan Penerapan Konsep Analitik Gaming Adaptif Sebagai Standar Performa Sistem Kasino Modern Sinkronisasi Frekuensi Mahjong Ways dan Pengaruhnya terhadap Momentum Ekspansif Ekosistem Daring Modern Bagaimana Sistem Monitoring Berbasis Kecerdasan Buatan Mulai Mengubah Arsitektur Permainan Digital Masa Kini Pengaruh Transformasi Infrastruktur Virtual terhadap Dinamika Probabilitas dan Metrik Komparasi Alur Baccarat Analisis Struktur Algoritma Mahjong Ways 2 serta Dampak Signifikannya pada Standar Regulasi RTP di Indonesia Implementasi Pengamatan Statistik dalam Memahami Pola Transisi Infrastruktur Game Digital Secara Komprehensif Rahasia Integrasi Frekuensi Digital yang Berhasil Membentuk Ulang Dinamika Keputusan Pemain Interaktif Cara Cerdas Memanfaatkan Metrik Komparasi Alur Baccarat untuk Membaca Tren Keputusan Banker dan Player Kajian Infrastruktur Digital Real-Time Sangat Dibutuhkan untuk Menjaga Stabilitas Pola Bermain Metode Pendekatan Statistik Menganalisis Perubahan Pola Mesin Slot Pragmatic Play Secara Detail Panduan Lengkap Membaca Sinyal Transisi Probabilitas Visual dalam Ekosistem Game Digital Kontemporer Pentingnya Memahami Arsitektur Mekanisme Game Daring Virtual untuk Mendapatkan Momentum Kemenangan Secara Akurat Fakta Baru Studi Analitik tentang Pergeseran Preferensi Pengguna Game Online di Indonesia Mengapa Banyak Pemain Tidak Menyadari Perubahan Kecil pada Arsitektur Virtual Ekosistem Kasino Daring Riset Analitik Terbaru Mengungkap Cara Pola RTP Mempengaruhi Psikologi Pengguna Secara Signifikan Risiko Keamanan Digital yang Mempengaruhi Pola Aktivitas Pada Evolusi Permainan Modern Studi Perilaku Pemain Terkini Membuktikan Adanya Korelasi Antara Sistem Interaktif dan Pengambilan Keputusan

©2026 JELAJAH HIJAU | Design: Newspaperly WordPress Theme